Tribunners / Citizen Journalism

Virus Corona

Penimbun Masker adalah Penjahat Kemanusiaan

Sudah selayaknya lah para penegak hukum langsung menggerebek para penimbun dan pembuat masker illegal

Penimbun Masker adalah Penjahat Kemanusiaan
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas kepolisian dari Ditreskrimum Polda Jawa Tengah merapikan hand sanitizer sitaan saat melakukan gelar atas penangkapan penimbun masker dan hand sanitizer di halaman Polda Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/3/2020). Polisi mengamankan barang bukti berupa 4.000 masker dan 208 botol hand sanitizer. Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar F Sutisna, penangkapan tersangka berawal dari patroli siber saat masker mengalami kelangkaan di pasaran dan ada indikasi beberapa pihak yang memanfaatkan situasi dengan cara melakukan penimbunan. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Oleh : DR Widyaretna Buenastuti SH MM  *)

TRIBUNNEWS.COM - Semakin menyedihkan di kala situasi sedang sulit karena merebaknya wabah Covid-19 ada saja oknum-oknum yang memanfaatkannya untuk memperkaya diri sendiri.

Miris membaca berita-berita tentang ditangkapnya penimbun masker bahkan juga memproduksi masker secara illegal yang tidak sesuai dengan standardnya.

Keuntungan yang di dapat juga tidak main-main.

Menurut berita dari beberapa media, disinyalir bahwa keuntungannya bisa mencapai Rp 250 juta sehari.

Sudah selayaknya lah para penegak hukum langsung menggerebek para penimbun dan pembuat masker illegal tersebut karena yang mereka lakukan tidak hanya melanggar hukum yang berlaku tetapi sudah merupakan suatu kejahatan besar terhadap kesehatan manusia.

Baca: Tak Cuma Buru Masker untuk Antisipasi Corona, Warga Depok Juga Borong Temulawak

Baca: Aming Geram dengan Oknum yang Timbun Masker, Ingatkan Soal Pasal Pidana: Empatinya Dong!

Terlebih di saat masyarakat sedang membutuhkan masker tersebut untuk kesehatannya, dan juga para tenaga kesehatan membutuhkannya untuk melayani para pasien.

Bayangkan suatu masker atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standardnya beredar di tengah masyarakat dan tidak bisa memberikan suatu proteksi terhadap kesehatan sebagaimana diharapkan, tentunya ketahanan kesehatan masyarakat akan menjadi sangat rentan yang berimbas kepada kepercayaan masyarakat juga kepada negara.

Suatu filter masker anti debu yang sesuai standard dibagi menjadi tiga golongan.

Golongan 1 adalah masker yang memiliki efisiensi pengumpulan partikel sebesar 80% atau lebih, golongan 2 sebesar 95% atau lebih, dan golongan 3 sebesar 99% atau lebih. Semakin tinggi angkanya semakin bagus pula saringan filter maskernya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved