Tribunners / Citizen Journalism

Virus Corona

Membangun Kesadaran Kolektif Melawan Wabah Corona

Pemerintah baru melakukan tindakan penjemputan alat kesehatan pada tanggal 20 Maret dan diperkirakan akan tiba pada 23 Maret 2020.

Membangun Kesadaran Kolektif Melawan Wabah Corona
DOK. PRIBADI
Amir Faisal, CEO The Perfekto Indonesia 

Oleh: Amir Faisal,  CEO The Perfekto Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Wabah Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan di Indonesia. Sejak diidentifikasi pertama kali pada 30 Desember 2019 lalu di Wuhan, China, hingga 17 Maret 2020, total kasus yang terinfeksi di seluruh dunia mencapai 179.978 orang.

Dari data itu, angka kematian korban mencapai 7.100, dan jumlah pasien yang berhasil sembuh sebanyak 78.326 (worldmetters.info).

Dalam waktu 2 bulan lebih, virus ini telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Meskipun virus corona dikenal sebagai virus dengan angka kematian yang cenderung rendah, namun dengan tingkat penularan yang sangat cepat dan rentan pada orang dengan usia tingkat lanjut, serta penanganan yang tidak tepat maka berisiko memperbesar angka kematian yang ada.

Kalau dilihat dari aspek kesehatan publik, Indonesia menjadi salah satu negara dengan persentase angka kematian paling tinggi dibandingkan 152 negara lainnya yang terinfeksi virus corona.

Baca: PNS Dinas Perhubungan Jatim Positif Corona, Diduga Punya Riwayat Rapat dengan Menhub

Dari 514 orang yang dinyatakan positif terinfeksi pada 22 Maret 2020, 48 orang diantaranya meninggal dunia atau dengan persentase kematian sebesar 9,33 persen.

Di sisi lain, jumlah orang yang terinfeksi virus corona ini pun dianggap tidak transparan atau bahkan tidak diketahui jumlah yang sebenarnya oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Aman Bhakti Pulungan.

Baca: Cerita Lengkap Acara Ngunduh Mantu Buyar Dibubarkan Polisi di Banyumas karena Corona

Hal ini memperlihatkan ketidaksiapan pemerintah dalam memetakan persoalan utama dari wabah Covid-19 ini. Pada akhirnya, yang menjadi tumbal dari ketidaksiapan ini adalah para tenaga medis.

Hingga 22 Maret 2019, diketahui bahwa tenaga medis yang telah menjadi korban meninggal dunia sebanyak 7 orang.

Baca: Ikuti Himbauan Anies, 974 Perusahaan di Jakarta Pekerjakan Karyawannya dari Rumah

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved