Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Wacana Pemakzulan Vs Isu Kudeta

Setelah pemakzulan diwacanakan pihak oposisi, kini giliran pihak koalisi menyebut ada yang mau kudeta.

istimewa
Dr Drs H Sumaryoto Padmodiningrat MM 

Pasal 7A UUD 1945 menyatakan, "Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden."

Akan tetapi, dari sisi etika dan kepatutan bagaimana? 

Patutkah di tengah pandemi Covid-19 ini kita membicarakan pemakzulan presiden yang tentu akan dapat memecah belah bangsa? 

Bila diandaikan semua pemilih Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang berjumlah 54,5% membela Jokowi, dan 44,5% pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendukung pemakzulan Jokowi, maka 54,5% rakyat yang merupakan pemilih Jokowi-Ma'ruf akan berhadapan dengan 44,5% rakyat yang merupakan pemilih Prabowo-Sandi. 

Ini bisa memicu konflik horisontal. 

Bukankah di masa pandemi ini yang dibutuhkan justru persatuan nasional, soliditas bangsa untuk bersatu melawan corona sebagai "common enemy" atau musuh bersama? 

Jadi, pembahasan soal pemakzulan itu "timing"-nya kurang tepat meskipun secara yuridis dikatakan konstitusional. 

"Bener nanging kurang pener" (benar tapi kurang tepat). "Ngono ya ngono, nanging ojo ngono" (jangan keterlaluan).

Di pihak lain, mengingat syarat pemakzulan presiden itu sangat berat, maka pihak koalisi mestinya tak perlu galau,  risau, apalagi kebakaran jenggot. Santai saja! 

Pun, tak perlu menuduh pihak oposisi mau melancarkan kudeta atau mengambil

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved