Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Sejarah Majapahit

Menelusuri Jalur Pelesir Raja Agung Majapahit Hayam Wuruk (1) 

Pu Prapanca mencatat perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk ke desa-desa dalam naskah Desawarnnana, kelak populer disebut kitab Negarakrtagama.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Keindahan Air Terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Senin (22/4/2013). Air terjun ini konon menjadi tempat Mahapatih Gajah Mada bersemadi pada zaman Majapahit. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN) 

Tetapi yakinlah, Hayam Wuruk pasti sudah meninggalkan tempat itu. Candilima kini hanyalah sebuah dusun kecil masuk wilayah Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo di Mojokerto.

Salah seorang anggota tim Hiace mengeluarkan alat GPS (Global Positioning System) mencari posisi koordinat tempat bersejarah itu melalui satelit.

Candilima: 7o 35’ 37,1” Lintang Selatan 112o 25’ 55,3” Bujur Timur. Jaraknya sekitar 7 km di sebelah tenggara Trowulan

Mungkin Hayam Wuruk tidak akan pernah tahu, tempat yang disenanginya itu kini menjadi lokasi makam penduduk.

Tak ada lagi bangunan candi yang tegak di situ, hanya tersisa batu-batunya saja dari andesit, kepala kala, dan pecahan-pecahan keramik Cina masa dinasti Yuan (13-14 Masehi) dan kepingan-kepingan wadah tembikar halus tipe Majapahit.

Setelah menikmati pemandangan alam sebentar, berupa tempuran (tempat pertemuan sungai-sungai kecil menyatu di Sungai Brangkal), rombongan yang “ketinggalan” itu masuk mobil untuk kemudian menggelinding ke arah tenggara, mencari lokasi Pikatan dan Wewe.

“Menurut laporan purbakala yang disusun orang Belanda, Pikatan ada di sekitar sini,” kata Budi Santoso Wibowo, ketika melewati Desa Karangbening di Kecamatan Gondang.

Di tempat itu memang ditemukan nama Pikatan, yaitu nama sungai yang bertemu sungai-sungai yang ada di Candilima.

Di luar dugaan, Wewe berhasil ditemukan. Lokasinya di tepi Sungai Pikatan. Tepatnya di Desa Karangbening, Kecamatan Gondang, berjarak 2,4 km dari Candilima.

Di lihat dari peta, tampak jelas Candilima, Pikatan dan Wewe terletak pada lahan berbentuk kipas fluvio vulkanik.

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved