Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Sejarah Majapahit

Menelusuri Jalur Pelesir Raja Agung Majapahit Hayam Wuruk (1) 

Pu Prapanca mencatat perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk ke desa-desa dalam naskah Desawarnnana, kelak populer disebut kitab Negarakrtagama.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Keindahan Air Terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Senin (22/4/2013). Air terjun ini konon menjadi tempat Mahapatih Gajah Mada bersemadi pada zaman Majapahit. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN) 

Prof Dr Sutikno dari Fakultas Geografi UGM, dalam buku 700 Tahun Majapahit (1993) menyatakan bentuk lahan kipas fluvio vulkanik mempunyai ciri-ciri topografi menyerupai bentuk kipas yang terbentuk oleh proses fluvial dengan material bahan vulkanik.

Pembentukan kipas itu diakibatkan aliran sungai yang berasal dari gunung api Anjasmoro dan Welirang, yang mengalir ke arah barat melalui daerah dengan perubahan topografi yang tegas.

Semula sungai-sungai tersebut mengalir di daerah yang relatif berlereng terjal kemudian mengalir pada daerah yang relatif datar seperti yang terjadi di hulu sungai Brangkal di sebelah tenggara Trowulan (Sutikno1993:20).

Pembentukan kipas fluvio vulkanik dimulai dari pertemuan Sungai Brangkal dan Sungai Boro di sekitar daerah Desa Baurena dan Desa Jetis.

Para penumpang keluar mobil dan menyebar mencari pecahan-pecahan keramik di Dusun Wewe.

Hingga sampai pada satu tempat di belakang rumah salah seorang penduduk, tim Hiace ternganga sekaligus bikin kepala pening melihat peninggalan yang ada.

Sisa-sisa bangunan tempat tinggal kuna berkesan mewah dari bata, persis seperti permukiman kaum elite Majapahit yang terdapat di Situs Trowulan kota Majapahit, hanya dalam ukuran yang lebih kecil.

Bangunan megah masa Majapahit itu dilengkapi pula oleh sumur-sumur berdinding tanah liat, dan perlengkapan rumah tangga berupa keramik-keramik dari Cina dan Vietnam yang terserak begitu saja di permukaan tanah.

Sudah barang tentu tinggal pecahan-pecahannya saja. “Di sini tempat keraton cilik Majapahit”, ujar seorang tua menjelaskan.

Para anggota tim Hiace mengiyakan dalam hati. Akan tetapi yang bikin kepala pening adalah melihat bata-bata kuna yang ditumpuk meninggi, siap untuk di angkut truk.

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved