Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Prof T Jacob dan Usulan Hari Paleoantropologi Indonesia

Prof Dr T Jacob mengusulkan ekskavasi awal di Wajak 9 Juni 1890 oleh Dubois dapat dianggap permulaan penelitian paleoantropologi di Indonesia

TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky
Museum Manusia Purba Sangiran dengan tema The Homeland of Java Man resmi diselenggarakan di Sadira Plaza Pekanbaru, Rabu (1/11/2017). Pameran yang menampilkan patung rekonstruksi Homo Erectus, fosil manusia dan berbagai hewan purba ini akan digelar hingga tanggal 5 November 2017 mendatang. Kota Pekanbaru merupakan satu dari lima Kota di Indonesia yang disinggahi dalam pameran yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran tersebut. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Siasatnya adalah bergabung dengan tentara Belanda sebagai dokter tentara. Bersama istri dan bayinya tiba dengan kapal SS Princess Amalia di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, pada Desember 1887.

Waktu luang dari tugas-tugas medisnya, merupakan kesempatan bekerja untuk mencari fosil-fosil leluhur manusia yang diidam-idamkan sebagai tujuan awal ke negeri ini.

Kesempatan awal yang menjanjikan telah datang, kebijakan Pemerintah Hindia Belanda membebaskan tugas-tugas medisnya, dan menugaskan untuk penyelidikan-penyelidikan paleontologis di bawah wewenang Departemen Pendidikan, Agama dan Keterampilan.

Penelitian paleontologis Eugène Dubois dibantu dua insinyur pemerintah Belanda, dan 50 narapidana Bumiputera sebagai tenaga kerja paksa.

Tujuan pertama adalah menggali gua-gua di kawasan Sumatera Barat, khususnya di sekitar Payakumbuh.

Obsesinya itu berdasarkan pengetahuan awalnya gua-gua banyak menghasilkan fosil-fosil sisa manusia purba seperti di Eropa.

Ternyata penelitiannya itu tidak menunjukkan prospek sangat menggembirakan karena hanya menemukan tulang-tulang subresen, termasuk sisa-sisa osteologis dan odontologis orang utan.

Boleh jadi, aktifitas itu, walau masih jauh dari harapannya, dapat disebut sebagai awal penelitian paleoprimatologis di Indonesia.

Salah satu gua itu adalah Lida Ajer, yang menghasilkan temuan gigi yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Baru belakangan ini koleksi itu mendapatkan perhatian kembali untuk diteliti ulang, baik morfologis maupun pertanggalan in situ oleh beberapa ahli Indonesia, Belanda dan Australia.

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved