Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Gempa di Sulawesi Barat

Dengan Garam, Suasana Gelap di Lokasi Pengungsian Korban Gempa Jadi Terang

Hanya dengan mencampur air bersih dan sesendok garam, lampu ini mampu menyala hingga 12 jam dalam kekuatan sinar LED 1,6 watt.

Istimewa
Tak kurang dari 100 unit lampu air garam menerangi lokasi pengungsian di sekitar rumah dinas Gubernur Sulawesi Barat. 

Catatan Egy Massadiah dari Lokasi Gempa Mamuju

Bumi yang berguncang dinihari itu di Mamuju Sulawesi Barat, mengakibatkan aliran listrik putus.

Malam Sabtu pun menjadi gelap gulita, kecuali lampu penerangan darurat yang tampak sebagai titik-titik sinar redup dari kejauhan.

Kehadiran Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo ke lokasi musibah, membawa secercah cahaya terang.

Tak kurang dari seratus (100) unit “lampu air garam” menerangi lokasi pengungsian di sekitar rumah dinas Gubernur Sulawesi Barat.

Letak rumah jabatan gubernur yang berada di dataran tinggi, membuat masyarakat berbondong-bondong mengungsi ke kawasan sekitarnya.

Selain dirasa aman dari kemungkinan celaka akibat gempa susulan, juga dirasa jauh dari jangkauan tsunami, seandainya pun terjadi.

Jumat (15/1/2021) malam kondisi Kota Mamuju gelap, karena memang masih mati lampu.

Beruntung, Doni membawa lampu air garam. Lampu-lampu itu ikut terbang bersama pesawat Hercules TNI AU pada Jumat siang 15 Januari 2021.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan 1,7 Miliar Rupiah untuk Korban Gempa Sulawesi Barat 

Lampu-lampu ini benar-benar terobosan. Ide brilian anak bangsa yang kemudian cepat disambar oleh Kepala BNPB, karena sangat cocok untuk daerah yang tertimpa bencana seperti di Mamuju ini.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved