Breaking News:

Blog Tribunners

Nutrisi Sebagai Strategi untuk Pencegahan, Pemulihan, dan Rehabilitasi Cedera

Tahap penyembuhan awal segera terjadi setelah trauma cedera berakibat pada respon inflamasi. Ini dapat berlangsung dari hanya  beberapa jam

dok. kachimeshi-indonesia
Nutrisi sebagai Strategi untuk Pencegahan, Pemulihan, dan Rehabilitasi Cedera 

NUTRISI merupakan aspek penting bagi kesehatan dan kinerja atlet secara umum. Pengetahuan tentang sumber energi dasar dapat memberikan informasi penting terkait kebutuhan atlet dalam mengantisipasi cedera dan bagi mereka yang mengalaminya.

Pendekatan nutrisi telah dianggap sebagai salah satu cara terbaik dalam pencegahan cedera, pemulihan dan rehabilitasi. Di luar konsekuensi biaya, cedera juga mengakibatkan beban mental dan fisik yang berat bagi atlet, baik diakui oleh mereka atau tidak.
Cedera adalah sesuatu yang normal dari suatu program latihan fisik.

Tahap penyembuhan awal segera terjadi setelah trauma cedera berakibat pada respon inflamasi. Ini dapat berlangsung dari hanya  beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada sifat cederanya.

Peradangan atau inflamasi ini sangat penting untuk memulai penyembuhan yang optimal, karena proses ini berfokus pada penyediaan antioksidan dan antiinflamasi yang secara alami bisa didapat melalui pemilihan makanan.

Atlet yang mengalami cedera berat sehingga memerlukan pembedahan harus mendapatkan nutrisi khusus sebagai dampak alami atas respon fisiologis dalam penyembuhan luka.

Dalam keadaan ini, jaringan otot yang tidak aktif dalam 36 jam bisa hilang dan lebih signifikan lagi pada hari ke 5. Pada dasarnya, tujuan rehabilitasi nutrisi adalah menyediakan kalori dan protein yang cukup untuk membantu penyembuhan luka dan mencegah hilangnya massa tubuh tanpa lemak (Lean Body Mass / LBM).

Melakukan pengukuran antropometri secara teratur selama fase ini akan menunjukkan seberapa efektif proses penyembuhan tersebut. Bahkan atlet dengan cedera yang lebih ringan semisal kram otot, atau cedera pergelangan kaki juga memerlukan perhatian nutrisi khusus.

Untuk mengidentifikasi kebutuhan kalori, BMR (Basal Metabolic Rate) harus diukur melalui kalorimetri karena mencerminkan energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan homeostasis.

Tingkat metabolisme kemudian harus memasukkan kalori tambahan selama proses rehabilitasi seperti yang diperkirakan dengan menggunakan sebuah faktor stres.

Faktor stres ini dapat meningkatkan kebutuhan energi metabolik sekitar 20% dari cedera ringan dan operasi hingga 100% untuk cedera yang lebih parah seperti luka bakar. Yang menjadi kesimpulan di sini adalah kondisi cedera menuntut lebih banyak asupan energi harian, terutama bagi seorang atlet.

Halaman
12
Penulis: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved