Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Sumbangan Rp 2 Triliun

Hibah Uang Rp 2 Triliun Ternyata Hoaks, Kenapa Kita Kaget?

Setiap orang faktanya juga mengutarakan kebohongan setiap harinya. Rerata 1,65 kali per hari.

Shinta Dwi Anggraini/Tribun Sumsel
Heriyanti putri bungsu Akidi Tio ditangkap Polrestabes Palembang. 

Tapi kejadian memalukan ini semestinya tidak membuat pejabat merasa terlalu dipermalukan.

Toh studi juga temukan, mereka yang bekerja di bidang pendeteksi kebohongan (polisi) punya tingkat akurasi yang sama dengan orang biasa (mahasiswa), yaitu cuma 55 persen.

Lantas, bagaimana prospek hukum si tersangka?

Kalau dia skizofrenia, apa boleh buat: pasal 44 KUHP. Kalau dia dikenai pasal penipuan, maksimal 4 tahun penjara. Iming-iming dua triliunnya "tak berbeda" dengan lima ratus perak.

Atau jangan-jangan kebohongannya disetarakan sebagai penganiayaan ringan yang memunculkan perasaan tidak enak? Ah, dengan pasal-pasal maksa , bisalah Hy dihukum 3 bulan atau 2 tahun 8 bulan.

Ringan, memang. Toh tidak ada ketentuan bahwa warga sipil yang mengelabui pejabat daerah dan aparat penegak hukum bisa dikenai pemberatan sanksi. 

Catatan: tulisan ini berkait dengan kasus dugaan sumbangan palsu Rp 2 triliun
Kronologi Donasi Rp 2 T Palsu yang Bikin Heboh: Awal Mula Kasus hingga Anak Akidi Tio Ditangkap

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved