Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

From Alternative Channel For Priority Channel

Dulu cara berbisnis direct sales menjadi andalan, kini penggunaan market place, start up dan lain-lain menjadi salah satu saluran komunikasi pemasaran

google images
Ilustrasi start up 

SAAT memulai cukilan tulisan ini saya teringat dengan cukilan teman saya (Buya Dicky Natamihardja, begitu panggilannya) pada salah satu WA grup teman-teman kami.

Isinya kurang lebih adalah "dahulu asset sekarang menjadi liabilities...., dahulu menjadi kekuatan sekarang menjadi kelemahan...". Terkait triple disruption pada dunia layanan keuangan.

Hampir seluruh dunia saat ini sedang menuju apa yang dinamakan transformasi digital pada layanan transaksi keuangan.

Dan sudah bisa dipastikan cepat atau lambat 10 (sepuluh) tahun kedepan penggunaan uang plastik, uang non cash dan transaksi virtual menggeser peran uang cash dalam transaksi di tengah-tengah masyarakat.

Menyongsong peradaban baru dalam pelayanan transaksi keuangan berbasis digital mau tidak mau lembaga keuangan harus sudah mempersiapkan sejak sekarang.

Diperkirakan 10 tahun kedepan kedigdayaan layanan berbasis pada banyaknya kantor cabang atau kantor layanan yang tersebar diseluruh pelosok wilayah sudah menjadi strategi yang mulai usang yang harus segera digantikan dengan layanan digital berbasis internet.

Pada 5 (lima) tahun belakangan di beberapa negara yang menjadi garda terdepan dalam teknologi digital, seperti di Tiongkok, beberapa negara di Eropa dan di Amerika penggunaan transaksi vitual di bidang keuangan sudah hal yang biasa dan masif di tengah-tengah masyarakat.

Seperti dikatakan teman saya percepatan perubahan layanan menuju digital transaction dipengaruhi adanya "triple disruption", yakni Pertama; disruption technology yakni inovasi dari teknologi yang secara umum mengubah perilaku konsumen, industri, dan cara bisnis beroperasi.

Dahulu cara berbisnis direct sales menjadi andalan, kini penggunaan market place, start up dan lain-lain menjadi salah satu saluran komunikasi pemasaran dan penjualan.

Kedua; generasi millineal adalah mereka yang lahir di tahun 2000-an merupakan generasi yang tidak bisa lepas dari gaya hidup menggunakan gadget sebagai media bersosialisasi, hiburan dan penggalian ilmu serta transaksi, serta mereka kreatif dalam dunianya saat ini.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved