Tribunners / Citizen Journalism

Keberhasilan dan Tantangan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Indonesia

Permukiman kumuh terbentuk karena pembangunan kota-kota yang kurang merata sehingga menimbulkan kemiskinan yang dibarengi tingkat penduduk yang padat.

Warta Kota/adhy kelana
KESENJANGAN - Menjamurnya apartemen di Jakarta semakin pesat bak jamur setelah hujan. Ini bisa dilihat di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (13/9). Tantangan pembangunan infrastruktur terutama ada di sektor permukiman atau kecipta-karyaan sehingga perlu mendapat perhatian, terutama dalam penanganan permukiman kumuh di kawasan perkotaan. 

Keberhasilan dan Tantangan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Indonesia pada Era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo

Oleh:  Dr. Abdullah Tamher

Tenaga Ahli Menteri PUPR

TINGKAT Keberhasilan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Moch Basuki Hadimuljono, secara umum dapat dilihat dari kualitas pelaksanaan proyek dan hasil-hasilnya serta pemanfaatannya.

Dari sekian banyak hasil-hasil pengerjaan proyek infrastruktur di sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan bahwa cukup banyak keberhasilan yang diperoleh.

Meski demikian, tetap ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan secara baik.

Langkah-langkah pemerintah yang sangat gencar dalam membangun jalan sejak 2015 hingga 2021 telah membuahkan hasil dalam memberikan dorongan daya saing infrastruktur dalam pembangunan ekonomi.

Baca juga: Salurkan Subsidi Perumahan kepada 38 Bank, Menteri PUPR: Rumah Subsidi Harus Layak Huni

Daya saing infrastruktur yang selama ini tertinggal dibanding negara tetangga setapak demi setapak mulai merangkak naik.

Perlu diketahui, bahwa pada 2015 panjang jalan tol di Indonesia hanya mencapai 780 km meskipun pembangunan jalan tol sudah dimulai sejak tahun 1973.

Kondisi ini menempatkan Indonesia di urutan terbawah dalam daya saing infrastruktur.

Di masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo selalu menekankan pentingnya infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sosial.

Untuk itu, alokasi anggaran pun selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2019, anggaran belanja infrastruktur mencapai Rp 420 triliun, meningkat sekitar 157 % dari tahun 2014 yang sebesar Rp 163 triliun.

Baca juga: Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Hingga Akhir Desember Capai 94,21 Persen

Sejak 2015 sampai 2018, pemerintah telah membangun 65 bendungan. 14 bendungan telah selesai, sementara 51 lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Halaman
1234

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved