Tribunners / Citizen Journalism

Polemik AKBP Raden Brotoseno

Ada Persoalan Sistemik Institusional di Balik Perlakuan 'Istimewa' Kasus Brotoseno

Bagaimana polisi bisa diandalkan untuk pemberantasan korupsi kalau ternyata malah "bertoleransi" terhadap perwiranya yang melakukan korupsi.

Editor: Dewi Agustina
Tangkap layar YouTube Siber TV
Raden Brotoseno mengisi acara di salah satu acara YouTube Siber TV yang berjudul Exclusive: Maia dan Ari Lasso Curhat di Bareskrim Tentang... dan tayang pada 1 Maret 2021. 

Oleh: Reza Indragiri Amriel
Ahli Psikologi Forensik

INSTITUSI kepolisian harus punya standar etika, standar moralitas, dan standar ketaatan hukum pada level tertinggi.

Bagaimana polisi bisa diandalkan untuk pemberantasan korupsi kalau ternyata malah "bertoleransi" terhadap perwiranya yang melakukan korupsi.

Relevan. Tapi romantisme semua pandangan tersebut.

Sekarang kita pragmatis saja.

Pertama, seberapa jauh kemungkinan perwira polisi yang pernah dipidana dalam kasus korupsi akan mengulangi perbuatan jahatnya?

Jawabannya semestinya diperoleh lewat risk assessment.

Jadi, perlu dicek seserius apa Kemenkumham melakukan risk assesment terhadap para napi korupsi.

Kalau hasil risk assessment ternyata menyimpulkan bahwa risiko residivismenya tinggi, maka sungguh pertaruhan yang terlalu mahal bagi Polri untuk mempertahankan personelnya tersebut.

Terlebih ketika yang bersangkutan ditempatkan di posisi-posisi strategis yang memungkinkan ia menyalahgunakan lagi kewenangannya.

Halaman
123

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved