Tribunners / Citizen Journalism

Memanfaatkan 5G Untuk Industri

Sementara uji coba operasional 5G di pabrik industri yang dilakukan Smartfren bertahun lalu membuka mata industriawan, 5G bisa menghemat

Editor: Hendra Gunawan
dok.
Infografis akselerasi adopsi teknologi 5G di seluruh dunia saat ini. 

Oleh Moch S Hendrowijono *)

TRIBUNNEWS.COM -- Ketika China berhasil melakukan uji coba layanan seluler generasi ke-6 (6G) dan Korea Selatan sejak Juni 2019 melayani 5G untuk 27 juta pelanggan SKT (South Korea Telecom), Indonesia masih berkutat pada uji coba. Telkomsel dan XL Axiata menguji coba 5G di ajang MotoGP Mandalika pakai spektrum 26 GHz, ditambah teknologi DSS, gabungan spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz yang masih digunakan operator untuk layanan 4G.

Sementara uji coba operasional 5G di pabrik industri yang dilakukan Smartfren bertahun lalu membuka mata industriawan, 5G bisa menghemat dan mengefisienkan proses industri. Namun kini semuanya hanya sampai tahap sekadar berhasil memberi layanan “5G rasa 4G”, belum 5G sungguhan.

Di Mandalika digunakan teknologi DSS (dynamic spectrum sharing), penggunaan spektrum yang sama untuk 5G dan 4G secara dinamis, juga teknologi MIMO (multiple input multiple output). Dengan MIMO setiap spektrum menggunakan banyak antena pemancar (T-transceiver) dan antena penerima (R -receiver), jumlahnya bisa 4T4R atau bahkan 64T64R untuk mem-booster kapasitasnya.

Baca juga: Penambahan Frekuensi di Ajang Formula E untuk Maksimalkan Sinyal 5G

Tetapi DSS akan dikalahkan kalau jaringan 4G sedang padat pengguna, akhirnya kapasitas yang didapat pun hanya bisa sekitaran 150 MBPS (mega bit per detik). Nyaris sama dengan 4G pakai teknologi CA (carrier aggregation) yang menggabungkan beberapa frekuensi.

Sebetulnya ada spektrum 2,3 GHz (2300 MHz), namun vendor-vendor ponsel dan vendor teknologi jarang yang memproduksinya untuk 5G. Mereka lebih suka memproduksi ponsel 5G untuk spektrum frekuensi milimeterband di 26 GHz, 35 GHz dan 40 GHz.

Frekuensi 2,3 GHz Telkomsel sebagai spektrum menengah (midband) tetap jadi berkah, mengatasi kepadatan trafik seluler 4G di tempat ramai. Kapasitas yang besar dari cara reuse dan perbanyakan BTS membuat makin banyak pelanggan Telkomsel bisa dilayani.

Lelang atau kontes

Di Mandalika XL Axiata dan Telkomsel selain menggunakan DSS juga 26 GHz pinjaman dari Kominfo. Frekuensinya di 3,5 GHz – antara 3,4 GHz hingga 3,6 GHz – selebar 180 Mhz tetapi masih digunakan untuk satelit transponder Extended C-Band.

Layanan 5G butuh milimeterband, gelombang sangat tinggi yang teoritis mampu menyemburkan kapasitas unduh di atas 6 GB. Belum ada kabar kapan Kementerian Kominfo merilis spektrum itu, lewat lelang atau beauty contest.

Cara lelang disenangi operator yang kaya, sementara beauty contest hanya melihat kinerja operator dan cakupan wilayah yang luas dan layanan yang dinilai masyarakat bagus. Bagaimanapun, dibanding layanan 4G, investasi di 5G jauh lebih mahal sehingga pola lelang dengan hasil triliunan seperti untuk 30 MHz di spektrum 2,3 GHz, tidak diterapkan.

Halaman
12

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved