Tribunners / Citizen Journalism

Ibadah Haji 2022

Haji Mabrur, Demonstrasi Kemanusiaan Universal

Haji merupakan ritus keagamaan yang sangat tegas menekankan masalah persamaan. Haji adalah drama kemanusiaan yang luar biasa.

Editor: Hasanudin Aco
Ist
Andik Kuswanto, Alumni UIN Syahid Jakarta 

Oleh: Andik Kuswanto
Alumni UIN Syahid Jakarta

TRIBUNNEWS.COM -  Puncak dari keagamaan adalah perikemanusiaan.

Itulah yang harus ditangkap ketika orang pergi haji. Karena haji tidak lain merupakan demonstrasi kemanusiaan universal, semua orang, kaya-miskin, tua-muda, laki-perempuan, hitam-putih, tidak ada bedanya.

Haji merupakan ritus keagamaan yang sangat tegas menekankan masalah persamaan.

Haji adalah drama kemanusiaan yang luar biasa.

Dan makna ini harus bisa ditangkap, karena hanya dengan begitulah haji kita nanti akan menjadi haji mabrur.

Baca juga: Jamaah Haji Laksanakan Wukuf di Arafah pada Jumat 8 Juli 2022

Secara keseluruhan, haji berdimensi vertikal dan horizontal sekaligus.

Kenyataannya bahwa sebagian besar ritual haji adalah tindakan-tindakan memperingati pengalaman Ibrahim, Hajar, dan Isma'il. Ketiga orang tersebut sangat berjasa dalam meletakkan dasar-dasar tauhid.

Maka sebenarnya dimensi haji yang terutama adalah vertikal, tetapi efek yang diharapkan darinya sangat horizontal.

Inilah yang dimaksudkan dalam haji mabrur: adanya keterkaitan antara segi vertikal (hablun minallah) dalam ibadah, dengan segi horizontal (hablun minannas) dalam kerja-kerja kemanusiaan.

Halaman
123

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved