Tribunners / Citizen Journalism

Imbas Kunjungan Ketua DPR Amerika Nancy Pelosi, Akankah Terjadi Perang di Selat Taiwan?

Pelosi melakukan serangkaian pertemuan politis dari petinggi parlemen Taiwan hingga “Presiden” Taiwan Tsai Ing-wen

Editor: Eko Sutriyanto
Dok keluarga
Novi Basuki, Alumni program pascasarjana HI, Xiamen University 

Otoritas-otoritas tersebut menyatakan, Pelosi telah “melakukan pelanggaran serius terhadap prinsip ‘Satu China’ dan aturan yang telah ditetapkan dalam tiga komunike bersama Tiongkok -Amerika” di mana Amerika hanya mengakui Tiongkoksebagai pemerintah yang sah dan relasinya dengan Taiwan cuma sebatas kebudayaan dan perekonomian, bukan pemerintahan.

Dengan menyambangi Taiwan dalam kapasitasnya sebagai ketua DPR, mereka menilai Pelosi “menyerobot dengan kasar kedaulatan dan keutuhan wilayah Tiongkok.

”Itu sama halnya dengan “bermain api yang berbahaya sekali. Dan, barang siapa yang bermain api, pasti akan kebakaran sendiri.

Untuk itu, lanjut pernyataan lembaga-lembaga ini, “Tiongkok pasti akan mengambil semua langkah yang diperlukan, untuk melindungi kedaulatan dan keutuhan wilayah negara [Tiongkok ]. Adapun segala akibat yang ditimbulkan, harus ditangggung oleh Amerika dan kelompok separatis Taiwan.”

Bukan gertak sambal belaka. Tiongkok segera mengumumkan digelarnya latihan militer besar-besaran dengan peluru sungguhan selama lima hari --yang dimulai sejak Kamis (4/8). Jika dilihat dari enam titik tempat latihan dimaksud, tampak jelas itu merupakan simulasi perang mengepung Taiwan dari arah barat, timur, selatan, dan utara. TKP-nya dari Kaohsiung, kota terbesar di Taiwan bagian selatan, hanya 20 km.

Akan perang?

Latihan militer Tiongkok membidik Taiwan yang dipicu oleh polah Amerika ini, mengingatkan kita kepada Krisis Selat Taiwan Ketiga yang terjadi pada 1995-1996.

Kala itu, Amerika memberikan visa kepada Lee Teng-hui, “presiden” Taiwan, untuk berkunjung ke Amerika guna memenuhi undangan dari Cornell University, almamater Lee. Tiongkok murka.

Dikerahkanlah  pasukan untuk menggelar latihan perang di perairan dekat Taiwan. Tak mau kalah, Amerika mengirim dua kapal induknya. Ketegangan pun mereda.

Kalau bukan karena Amerika, sebelumnya Tiongkok hampir saja menggempur Taiwan --saat Tiongkok belum setahun merdeka.

Halaman
1234

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved