Tribunners / Citizen Journalism

Imbas Kunjungan Ketua DPR Amerika Nancy Pelosi, Akankah Terjadi Perang di Selat Taiwan?

Pelosi melakukan serangkaian pertemuan politis dari petinggi parlemen Taiwan hingga “Presiden” Taiwan Tsai Ing-wen

Editor: Eko Sutriyanto
Dok keluarga
Novi Basuki, Alumni program pascasarjana HI, Xiamen University 

Semuanya sudah disiapkan matang oleh Mao Zedong. Sekalipun dirinya menyadari bahwa, seperti pernah diakuinya kepada politisi senior Uni Soviet Anastas Mikoyan, penyerangan terhadap Taiwan yang merupakan wilayah kepulauan, tak semudah menaklukkan wilayah daratan. Terlebih lagi, kata Mao, “Taiwan sebenarnya berada di bawah perlindungan imperialis Amerika.”

Sayang, pada pertengahan tahun 1950, pecah Perang Korea. Amerika memberangkatkan pasukannya untuk mem-back up Korea Selatan. Armada Ketujuh Amerika (Seventh Fleet) juga dilepaskan ke Taiwan untuk membendung Tiongkok bergerak lebih dalam.

Mao terpaksa mengurungkan niatnya “memerdekakan Taiwan”. Beralih menolong Korea Utara memukul mundur serdadu Amerika.

Belajar dari krisis-krisis di atas, diprovokasi bagaimanapun oleh Amerika, naga-naganya Tiongkok tetap akan bisa menahan diri untuk menyelesaikan masalah Taiwan ini dengan jalur militeristik.

Baca juga: China Tangguhkan Sejumlah Kerja Sama dengan Amerika, Imbas Kedatangan Nancy Pelosi ke Taiwan

Sepanjang Taiwan tidak memproklamasikan kemerdekaannya, Tiongkok sepertinya tetap akan memilih jalan damai untuk mereunifikasi Taiwan.

Tentu, tak menutup kemungkinan ke depannya Tiongkok akan menggunakan “wortel” (carrot) dan “tongkat” (stick) secara bersamaan. Dalam artian, tekanan militer ada, tekanan ekonomi pun ada.

Kita tahu, ekonomi Taiwan mempunyai ketergantungan yang cukup besar terhadap daratan Tiongkok.

Ekspor Taiwan ke daratan Tiongkok terus meningkat: dari yang sekitar USD 40 miliar pada 2000, menanjak menjadi USD 156 miliar pada 2020.

Lima dari sembilan rudal balistik yang ditembakkan angkatan perang China yang sedang melakukan latihan operasi militer di Selat Taiwan, dilaporkan jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, Kamis (4/8/2022).
Lima dari sembilan rudal balistik yang ditembakkan angkatan perang China yang sedang melakukan latihan operasi militer di Selat Taiwan, dilaporkan jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, Kamis (4/8/2022). (Fox News)

Porsinya pun begitu: ekspor ke daratan Tiongkok menempati hampir 44 persen dari keseluruhan ekspor Taiwan ke mancanegara. Kalau daratan Tiongkok menyetop mengimpor barang dari Taiwan, bisa kita bayangkan kalang kabutnya mereka.

Bergantung Amerika

Halaman
1234

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved