Minggu, 10 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Indihome Bergerak Bersama Layanan FMC Lain di Dunia

TREN industri telekomunikasi belakangan ini tampaknya menemukan jalan baru. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan konektivitas seluler

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Dok. Telkomsel
Ilustrasi Indihome 

Oleh Moch S Hendrowijono*)

TREN industri telekomunikasi belakangan ini tampaknya menemukan jalan baru. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan konektivitas seluler, menjamurnya smartphone dan perangkat seluler, serta kebutuhan akan komunikasi tanpa batas di berbagai jaringan.

Sebagai bintangnya adalah layanan FMC (Fixed Mobile Convergence). Layanan ini memenuhi kebutuhan konsumen baik individu maupun bisnis dari semua ukuran, menawarkan berbagai solusi dari layanan suara dasar hingga platform komunikasi terpadu yang canggih.

Di sisi lain, operator-operator telekomunikasi di seluruh dunia tak dapat berbuat banyak ketika perusahaan OTT (Over the Top) masuk dan mutlak dibutuhkan untuk kebutuhan masyarakat terutama pelanggannya.

Baca juga: Dukung Inklusi Digital, Anak Usaha Telkom Buat Inovasi Transaksi Pembayaran

OTT, seperti Google, berlaku seperti bisnis media dengan dominasi yang kadang terasa seperti monopoli. Mereka pun menjual iklan, memanfaatkan jaringan spektrum operator namun tetap menggunakan platform yang dimilikinya.

OTT menumpang operator, tetapi justru yang paling banyak mendapat pembagian keuntungan. Tak heran jika beberapa negara mulai menekan OTT untuk memberi bagian – setidaknya memajaki – walaupun secara legal sebenarnya belum ada aturan tentang “pajak terhadap sesuatu yang tidak dilakukan”. Bahkan perusahaan media menghembuskan semangat sama, yakni “meminta” bagi hasil dari penggunaan konten yang mereka produksi.

Secara keseluruhan, pasar konvergensi seluler tetap bertujuan untuk memberi pengguna pengalaman komunikasi yang fleksibel, mulus, dan efisien dengan menggabungkan kekuatan jaringan tetap dan jaringan seluler ke dalam solusi terpadu.

Tren dunia

Hampir seluruh operator telekomunikasi leader di setiap negara melakukan inisiatif tersebut. Sebut saja Deutsche Telekom (Jerman) yang menawarkan layanan FMC melalui merek MagentaEINS. Ini mengintegrasikan telepon tetap, internet berkecepatan tinggi, konektivitas seluler, dan layanan hiburan ke dalam paket terpadu.

Di Amerika, Verizon mengelola brand OneTalk. Layanan ini mengintegrasikan telepon tetap dan telepon seluler, memungkinkan pengguna untuk memiliki satu nomor telepon serta mengakses layanan suara dan pesan di berbagai perangkat.

Jepang yang didominasi oleh NTT DoCoMo memiliki Home&Office, yang konsep FMC-nya menyerupai OneTalk. BT Group di Inggris mengibarkan bendera bernama One Phone yang tak lain FMC pula. Orange di Perancis menggagas merek Homelive yang menggabungkan broadband jalur tetap, layanan TV, dan konektivitas seluler.

Begitu halnya dengan Telstra Australia yang mengendus pasar FMC dan kemudian mengembangkan brand Telestra One Number. Ini memungkinkan pelanggan untuk menggunakan nomor ponsel mereka di beberapa perangkat, seperti ponsel cerdas, tablet, jam tangan pintar, dan beralih di antara perangkat tersebut tanpa hambatan.

Telkomsel IndiHome

Di Indonesia sejarah baru ditorehkan Telkomsel. Pada 1 Juli 2023 secara resmi memberi layanan telepon rumah atau telepon kabel (fixed line), fixed broadband – layanan pita lebar kabel – dan IPTV (televisi protokol internet) melalui brand IndiHome.

Sebelumnya di bawah kelola PT Telkom, IndiHome menjadi jagoan fixed broadband dengan membukukan jumlah pelanggan mencapai 10,2 juta di Indonesia.

Tentu saja masuknya Indihome ke jajaran layanannya, menjadi berkah bagi Telkomsel. Ini jalan yang justru jauh lebih tepat. Peluangnya adalah Telkomsel punya “mainan” yang bakal menambah portfolionya, terutama pelanggan. Di sisi lain tidak mengurangi keuntungan PT Telkom. Dengan porsi saham Telkom di Telkomsel yang naik dari 65 persen menjadi 69,9%, sumbangan Telkomsel terhadap pendapatan Telkom Group diprediksi bakal menjadi 80%.

Baca juga: Kasus BTS Kominfo, Kejaksaan Agung Periksa Vice President Telkom Infra

Peluang untuk menambah jumlah pelanggan baru IndiHome justru terbuka lebih lebar di tangan Telkomsel. Layanan IndiHome kini tersedia di seluruh jaringan Telkomsel yang memiliki jumlah BTS (Base Transceiver Station) lebih 250.000 unit, jaringan serat optic sepanjang 130.000 Km, dan layanannya tersebar di 98% populasi penduduk Indonesia.

Telkomsel mampu memeratakan akses broadband berdasarkan pengalaman konektivitas digital yang lebih lengkap.

“Layanan IndiHome didukung WiFi tanpa putus yang handal dan terintegasi, terutama bagi pelanggan di segmen rumah tangga atau keluarga melalui keunggulan inisiatif FMC,” kata Dirut Telkomsel, Hendri Mulya Syam.

Dalam proses tersebut Telkomsel menjamin takkan ada penurunan kualitas layanan IndiHome pada masa transisi. Tak ada pula perubahan biaya layanan pelanggan maupun paket berlangganan.

*) Moch S Hendrowijono, mantan editor Harian Kompas, pengamat telekomunikasi.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved