Senin, 25 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Pagar Laut 30 Km di Tangerang

Yang Belum Terjawab dari Kasus Pagar Laut Tangerang

Menteri KKP yakni Sakti Wahyu Trenggono terlihat gamang dalam menyikapi kasus pagar laut ilegal di perairan Tangerang itu. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
Foto Tangkapan Layar
KASUS PAGAR LAUT - Disna Riantina SH MH, Co-Founder Equality Law and Human Rights Office/Peneliti Setara Institute bicara soal kasus pagar laut di Tangerang, Banten. /Via Kompas.com 

Sementara ini Bareskrim Polri hanya menerapkan Pasal 263, Pasal 264, Pasal 266  dan Pasal 55-56 KUHP tentang pemalsuan surat untuk menjerat 4 tersangka.

Pertanyaannya, mungkinkah akan diterapkan juga pasal Gratifikasi/Tipikor dan TPPU, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, dan UU No 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan TPPU?

Pasal Gratifikasi dan TPPU tidak mustahil untuk diterapkan dalam perkara ini.

Pasalnya, dilihat dari profil pekerjaan dan kekayaan sang Kades, jelas tidak sesuai, bahkan "njomplang".

Dan jika nanti pasal Gratifikasi dan TPPU diterapkan, berarti ada pihak lain yang mestinya juga dijadikan tersangka.

Yakni pihak pemberi atau penyuap. Gratifikasi atau Tipikor bersifat resiprokal, yang tidak hanya melibatkan satu pihak. Ada "take and give" di sana. 

Demikianlah sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, terutama oleh Dirtipidum Baserkrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved