Tribunners / Citizen Journalism
Mahasiswa IPB Kembangkan Budidaya Lebah tanpa Sengat di Hutan Pinus Karacak
FMSC IPB kembangkan budidaya lebah Tetragonula di Karacak. Sinergi konservasi hutan pinus dan pemberdayaan ekonomi warga desa.
Proses pencangkokan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, ketersediaan pakan dan resin, serta ukuran kotak yang disesuaikan dengan morfologi lebah.
Musim kemarau, seperti saat ini, menjadi waktu yang ideal untuk melakukan proses pencangkokan karena kondisi lingkungan lebih stabil.
Lebah Tetragonula laeviceps menghasilkan madu dalam pot kecil yang disimpan di dalam sel-sel sarang.
Pemanenan dilakukan secara rotasi, dengan frekuensi panen sekitar empat bulan sekali per koloni. Sarang lebah ini memiliki dua jenis sel penyimpanan: satu untuk polen (yang lebih padat) dan satu untuk madu (yang lebih cair).
Karena ukuran pot madu yang kecil, proses panen dilakukan menggunakan mesin penyedot agar tidak merusak struktur sarang.
Melalui kegiatan ini, PPKO FMSC IPB berupaya mendorong sinergi antara konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Budidaya lebah tanpa sengat di Karacak diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis ekologi yang dapat terus dikembangkan oleh warga secara mandiri ke depannya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mahasiswa-FMSC-IPB-mendampingi-warga-Karacak-budidaya-lebah.jpg)