Tribunners / Citizen Journalism
Banjir Bandang di Sumatera
Membangun Kembali Kehidupan: Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Jadi Hadiah Lebaran Warga Terdampak
Aceh, Sumut, dan Sumbar bangkit pascabencana. Rekonstruksi cepat jadi kunci harapan warga jelang Ramadan & Lebaran.
Agung Baskoro
Direktur Eksekutif Triaspols
Pengalaman Sebagai Political Advisor di Tanoto Foundation dan Bukalapak. Political Analyst dan Consultant di Poltracking Indonesia
Riwayat Pendidikan
S1 Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM
S2 Magister Komunikasi UI
Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada hari ini terus bergerak bangkit dari banjir bandang dan longsor yang menimpa pada akhir November 2025.
Upaya pemulihan yang dilakukan lintas sektor mulai dari pemerintah, TNI, Polri, Relawan, hingga warga terdampak sendiri terus dilakukan 24 jam 7 hari. Ya, karena sinergi dan kekompakan semua pihak menjadi salah satu kunci tiga provinsi itu cepat bangkit.
Setelah fase tanggap darurat berlalu, kini tantangan utama berada pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana. Tahap ini bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi memulihkan harapan, martabat, dan keberlanjutan hidup warga terdampak.
Karena itu, percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi menjadi sangat penting, terlebih dalam menyambut momentum Ramadan dan Hari Raya Lebaran pada Maret 2026, yang secara kultural dan sosial memiliki makna mendalam bagi masyarakat.
Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi tersebut patut diapresiasi. Kehadiran Satgas menunjukkan keseriusan negara untuk tidak membiarkan proses pemulihan berjalan lambat dan terfragmentasi.
Satgas diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu mengoordinasikan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya agar bekerja dalam satu irama dan tujuan yang sama.
Percepatan pemulihan menjadi semakin mendesak karena berdekatan dengan datangnya bulan Ramadan pada pertengahan Februari dan Lebaran pada Maret 2026. Bagi masyarakat Indonesia, Lebaran bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum berkumpul keluarga, memperkuat solidaritas sosial, dan menggerakkan ekonomi lokal.
Akan menjadi ironi jika warga terdampak bencana masih harus merayakan hari kemenangan di tengah keterbatasan hunian, minimnya layanan dasar, dan ketidakpastian masa depan. Apalagi, salah satu daerah yang paling parah terdampak adalah Bumi Serambi Mekah.
Dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi ini, fokus pemerintah soal pembangunan hunian yang layak bagi warga terdampak merupakan langkah yang tepat. Tempat tinggal bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama bagi kehidupan yang bermartabat.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tumpukan-potongan-kayu-berukuran-besar-yang-terbawa-banjir-sumatera.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.