Kabut Asap

VIDEO Pernyataan Imigrasi Ngurah Rai Terkait Pemerasan dan Kekerasan

diperas oleh petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai

VIDEO Pernyataan Imigrasi Ngurah Rai Terkait Pemerasan dan Kekerasan
Wartakotalive.com/Leonard A.L Cahyoputra
Kantor layanan Imigrasi bandara Soekarno-Hatta 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

‎TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA, - Buntut pelaporan dari WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) jika dirinya diperas oleh petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu masih panjang. Zhang Tao (33) yang melaporkan akan dituntut balik oleh pihak Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai.

“Yang diberitakan anggota saya memeras 2.200 USD itu adalah bohong. Saya tegaskan bohong. Saya akan tuntut balik Zhang Tao,” tegas Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Yosep H A Renung Widodo, Kamis (17/9/2015) sore kepada awak media.

Menurutnya, laporan yang diberikan oleh Zhang Tau bersama rekan-rekannya di kepolisian, merupakan laporan palsu dan mengada-ada. Sebab, dalam penyelidikan yang dilakukan oleh petugas Imigrasi, pelapor memberikan keterangan palsu mengenai tindakan pemerasan dan melakukan kekerasan.

Widodo lebih lanjut menyampaikan, dua petugas counter Imigrasi di Bandara yang melampaui wewenangnya akan dikenakan sanksi sesuai PP 53 tahun 2010. Yakni paling sedikit penundaan gaji berkala. Sekarang kedua petugas kami sedang diperiksa pihak kepolisian.

“Melampaui kewenangannya bukan melakukan pemerasan. Tidak ada pemerasan, dia diberi. Mungkin karena banyak pertanyaan yang ditanyakan saat berada di counter Imigrasi Bandara Ngurah Rai,” sekali lagi Widodo menegaskan.

“Kultur Cina kan mungkin seperti itu. Ah jangan banyak nanya. Ini untuk ciak kopi. Mungkin begitu,” Widodo menambahkan.

Petugasnya menerima uang tersebut sebagai bukti jika Zhang Tao (33) ini benar mencurigakan keberadaannya di Bali. Bukan pungli masuknya tetapi gratifikasi jika tidak dilaporkan. Keberadaan uang tersebut masih dipegang oleh petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bernama Henri yang saat ini diperiksa kepolisian bersama rekannya Wahid.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sabtu (12/9) dini hari Zhang Tao bersama lima rekannya datang ke Bali pukul 00.10 wita. Warga RRT ini datang menggunakan pesawat China Southern CZ 3005.

Dalam insiden yang dialaminya, Sabtu siang Zhang Tao melaporkan petugas Imigrasi telah melakukan pemerasan uang sebanyak 2200 Yuan dan kekerasan ke Polsek KP3 Udara I Gusti Ngurah Rai. Usai melaporkan, Minggu (13/9) Zhang Tao pulang ke negaranya menggunakan penerbangan yang sama.(*)

Editor: Bian Harnansa
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved