Kabut Asap Makin Pekat, Warga Palangkaraya Mengungsi ke Banjarmasin

Kemarin anak saya ini sempat sakit batuk flu, kemudian muntah-muntah tiap malam. Kebetulan ada program ini, jadi kami ikut agar sakitnya tidak parah.

Kabut Asap Makin Pekat, Warga Palangkaraya Mengungsi ke Banjarmasin
YouTube
Warga Palangkaraya mengungsi ke Banjarmasin 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Ratino Taufik

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Pekatnya kabut asap di Kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah, memaksa sejumlah warganya mengungsi ke Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.

Berangkat dari Palangkaraya dengan menggunakan dua buah mobil, sebanyak 11 warga yang terdiri tujuh anak-anak dan balita serta empat orang dewasa (orangtua pendamping), tiba di Banjarmasin, Kamis (22/10/2015) sekitar pukul 15.30 Wita.

Waraga Palangkaraya
Warga Palangkaraya mengungsi ke Banjarmasin.

Mereka divalisitasi oleh relawan Gerakan Anti Asap (GAS), yang membantu upaya evakuasi warga yang menjadi korban kabut asap di Palangkaraya.

Selama di Banjarmasin, mereka ditampung di sebuah rumah di Jalan Agatis rt 15 Kompleks Banjar Indah Permai Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Lina (31), mengaku terpaksa membawa kedua anaknya mengungsi ke Banjarmasin karena kondisi kabut asap di Palangkaraya sudah sangat parah dan sampai membuat anaknya sakit.

"Kemarin anak saya ini sempat sakit batuk flu, kemudian muntah-muntah tiap malam. Kebetulan ada program ini, jadi kami ikut agar sakit anak saya tidak tambah parah," ungkapnya.

Tika relawan GAS yang menyertai warga yang mengungsi mengatakan, kondisi udara di Palangkaraya sudah sangat membahayakan.

"Anak-anak yang diungsikan ini sebagian masih ada yang sakit, dan sebagian lagi pernah sakit karena menghirup asap," ungkapnya.

Saat ditanya apakah jumlah warga yang akan mengungsi akan bertambah, Tika mengatakan hal tersebut tidak menutup kemungkinan.

Sebab dari relawan GAS sendiri saat ini masih terus melakukan pendataan warga yang kondisinya mendesak harus diungsikan.

Sasaran utamanya wanita hamil dan anak-anak. (*)

Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved