Diduga Gabung ISIS, Seorang Pejabat di Batam Putus Kontak dengan Keluarga
Segala bentuk komunikasi dengan Dwi Djoko juga sudah terputus.
Laporan Reporter Tribunnews Video, Hadi Maulana
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Seorang pejabat di Batam, Dwi Djoko Wiwoho, diduga terlibat dan bergabung dengna kelompok radikal Negara Islam Irak-Suriah (ISIS).
Dari informasi yang beredar, sejak Agustus 2015, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho tidak masuk kantor.
Ternyata sang direktur bukan hanya tidak masuk kantor, tetapi keluarganya pun tidak mengetahui keberadaan Dwi Djoko yang meninggalkan Indonesia dengan tujuan awal umrah.
Segala bentuk komunikasi dengan Dwi Djoko juga sudah terputus.
Begitu juga dari media sosial yang ditelusuri, kuat dugaan pejabat BP Batam ini ikut bergabung kelompok radikal ISIS.
Humas PTSP BP Batam, Purnomo Andi, membenarkan Direktur PTSP BP Batam Djoko Dwi Wiwoho tidak lagi masuk kerja usai cuti sejak Oktober lalu.
"Ya sejak cuti belum masuk kantor lagi, sudah 2 kali dilayangkan surat peringatan, api tidak kunjung ada jawaban dari yang bersangkutan," kata Purnomo, Senin (9/11/2015).
Purnomo mengaku, pihaknya terakhir berkomunikasi dengan Dwi Djoko via telepon saat Dwi Djoko berada di Turki.
Dan setelah itu, putus komunikasi.
“Yang jelas kasus ini sudah dilimpahkan ke Kementerian,” ujarnya. (*)