Begal Sepasang Kekasih, Dua Pelajar Merengek Minta Maaf

"Sekitar pukul 23.00, saya turun dari motor ancam pakai parang. Dompetnya saya ambil paksa," kata YVS di Mapolsek Mijen.

Begal Sepasang Kekasih, Dua Pelajar Merengek Minta Maaf
Youtube
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -- Dua pelaku begal yang masih berstatus pelajar SMK di Kota Semarang, YVS (17) dan DAZ (16) mengaku menyesal dan meminta maaf kepada polisi, korban, dan kedua orang tuanya. Di depan polisi dan awak media, kedua warga Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang ini mengaku menyesal telah merampas dompet. Saya menyesal pak, karena kelakuan saya semuanya jadi repot. Sudah bikin malu keluarga, kata YVS, di Mapolsek Mijen, Selasa (5/1/2016). Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polsek Mijen menangkap dua pelaku begal yang beraksi merampas dompet korban di Jalan Raya Sidodadi, samping kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng, Mijen, Kota Semarang, pada 28 Desember 2015. Kedua pelaku yakni YVS (17) dan DAZ (16) keduanya warga Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang. Berbekal pedang dan celurit, kedua remaja yang masih berstatus pelajar SMK di Kota Semarang ini merampas dompet sepasang kekasih yang sedang berhenti di pinggir jalan. Sekitar pukul 23.00, saya turun dari motor ancam pakai parang. Dompetnya saya ambil paksa, kata YVS di Mapolsek Mijen. Sial bagi kedua pelaku, korban memberikan perlawanan dan mengejar. Sembari kejar-kejaran dengan pelaku, korban berteriak begal sehingga memancing perhatian warga. Pelaku dikejar warga dan korban, hingga keduanya terjatuh ke dalam parit. Warga yang terlanjur emosi langsung menghajar kedua pelaku. Beruntung keduanya diselamatkan oleh anggota Polsek Mijen yang sedang berpatroli. Untung kami cepat selamatkan, kalau tidak bisa mati mungkin mereka dihajar warga, kata Kapolsek Mijen, Kompol Sapari. (*) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -- Dua pelaku begal yang masih berstatus pelajar SMK di Kota Semarang, YVS (17) dan DAZ (16) mengaku menyesal dan meminta maaf kepada polisi, korban, dan kedua orang tuanya.

Di depan polisi dan awak media, kedua warga Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang ini mengaku menyesal telah merampas dompet.

"Saya menyesal pak, karena kelakuan saya semuanya jadi repot. Sudah bikin malu keluarga," kata YVS, di Mapolsek Mijen, Selasa (5/1/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polsek Mijen menangkap dua pelaku begal yang beraksi merampas dompet korban di Jalan Raya Sidodadi, samping kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng, Mijen, Kota Semarang, pada 28 Desember 2015.

Kedua pelaku yakni YVS (17) dan DAZ (16) keduanya warga Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang.

Berbekal pedang dan celurit, kedua remaja yang masih berstatus pelajar SMK di Kota Semarang ini merampas dompet sepasang kekasih yang sedang berhenti di pinggir jalan.

"Sekitar pukul 23.00, saya turun dari motor ancam pakai parang. Dompetnya saya ambil paksa," kata YVS di Mapolsek Mijen.

Sial bagi kedua pelaku, korban memberikan perlawanan dan mengejar.

Sembari kejar-kejaran dengan pelaku, korban berteriak begal sehingga memancing perhatian warga.

Pelaku dikejar warga dan korban, hingga keduanya terjatuh ke dalam parit.

Warga yang terlanjur emosi langsung menghajar kedua pelaku.

Beruntung keduanya diselamatkan oleh anggota Polsek Mijen yang sedang berpatroli.

"Untung kami cepat selamatkan, kalau tidak bisa mati mungkin mereka dihajar warga," kata Kapolsek Mijen, Kompol Sapari. (*)

Penulis: Muh Radlis
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved