Obat Tradisional dan Kosmetik Ilegal Dimusnahkan di Halaman Kejari Tanjungpandan

Ribuan obat tradisional dan kosmetik diduga telah beredar tanpa mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dimusnahkan.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Ribuan obat tradisional dan kosmetik diduga telah beredar tanpa mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Selasa (17/5/2016), dimusnahkan.

Pemusnahan barang bukti sidak tahun 2015 itu, dilakukan di halaman Kejaksaan Negeri Tanjungpandan. 

"Ini sudah expired (kadaluarsa) semua. Tapi ada sebagian yang tidak memiliki izin beredar, dan sudah inkrah dari Pengadilan. Semuanya dimusnahkan," ucap Kajari Tanjungpandan melalui Kasi Pidum Kejari Tanjungpandan, Richard Marpaung kepada Posbelitung.com, Selasa (17/5/2016).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung, Suhandri dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung, Teguh Junanto hadir dalam acara pemusnahan itu.

Suhandri mengatakan, jenis obat yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil produksi sebuah perusahaan.

Namun, produksi obat itu, tidak terdata di BPOM dan mencantumkan nomor register palsu, sehingga tidak dipungut biaya pajak.

"No register produknya ada tapi itu palsu, jadi tidak membayar pajak. Termasuk produksi mereka, tidak dilaporkan ke BPOM, dan itu menyalahi aturan," kata.(*)

Editor: Willem Jonata
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved