Menjamurnya Aktivitas Penambangan Pasir di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten Hulu Sungai Utara dilewati oleh tiga sungai besar, tak heran jika banyak ditemukan penambang pasir.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Reni Kurniawati

TRIBUNNEWS.COM, AMUNTAI – Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan dilewati oleh tiga sungai besar, tak heran jika banyak ditemukan penambang pasir di beberapa ruas sungai termasuk sungai Tabalong.

Namun sayangnya Dinas Kehutanan Perkebunan dan ESDM belum pernah mengeluarkan izin pertambangan galian C.

Padahal jumlah mereka cukup banyak dan telah berlangsung cukup lama.

Penambang pun bingung saat ditanya mengenai perizinan.

Seperti yang disampaikan salah satu penambang di Kecamatan Amuntai Utara, dirinya telah menjalankan usaha ini selama 15 tahun.

Penyedotan pasir dilakukan jika pasir di dasar sungai cukup banyak, biasanya sesaat setelah air sungai pasang.

Dasar sungai yang terdapat banyak pasirnya dilubangi sekitar sepuluh meter menggunakan pipa besi untuk menyedot pasir.

Pasir yang bercampur air akan dialirkan ketempat penampungan yang dibuat persegi.

Di ujung penampungan dibuat celah untuk jalannya air dan ditambahkan saringan agar pasir tidak ikut terbuang.

Air sisa penyaringan dialirkan kembali kedalam sungai, proses ini terus berjalan hingga titik dasar sungai sudah tidak terdapat pasir.

Lubang bekas diambil pasirnya akan tertutup kembali saat air pasang, penambang biasanya memiliki dua lokasi untuk bergantian. Menunggu hingga lubang tersebut kembali tertutup pasir.

“Biasanya satu jam bisa dapat satu kubik pasir, dalam sehari bisa mendapatkan 5 kubik pasir,” ungkapnya.

Pasir dijual langsung kepada supir truck yang langsung sebagai pembeli. Dalam satu kubik dihargai dengan Rp 65 ribu. (*)

Berita Populer
Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved