Breaking News:

Video Populer Pekan Ini

Budi Waseso Pernah Bilang Oknum TNI, Polri dan BNN Bermain Narkoba untuk Cari Duit, Lihat Videonya

"Apalagi di kita ini banyak oknumnya juga kan, baik itu TNI, Polri, BNN sendiri ikut main, ya kan, peluang untuk cari duit di situ," tambahnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dilaporkan tiga lembaga negara yakni BNN, Polri, TNI, atas pernyataannya ke publik soal keterlibatan lembaga tersebut dalam penyelundupan narkoba Freddy Budiman.

Haris Azhar mengaku mendapatkan kesaksian dari Freddy Budiman terkait adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yang dilakukannya.

Kesaksian Freddy, menurut Haris, disampaikan saat memberikan pendidikan HAM kepada masyarakat pada masa kampanye Pilpres 2014.

Menurut Haris, Freddy bercerita bahwa ia hanyalah sebagai operator penyelundupan narkoba skala besar.

Saat hendak mengimpor narkoba, Freddy menghubungi berbagai pihak untuk mengatur kedatangan narkoba dari China.

"Kalau saya mau selundupkan narkoba, saya acarain (atur) itu. Saya telepon polisi, BNN, Bea Cukai, dan orang yang saya hubungi itu semuanya titip harga," kata Haris mengulangi cerita Freddy.

Freddy bercerita kepada Haris, harga narkoba yang dibeli dari China seharga Rp 5.000.

Sehingga, ia tidak menolak jika ada yang menitipkan harga atau mengambil keuntungan penjualan Freddy.

Oknum aparat disebut meminta keuntungan kepada Freddy dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per butir.

Sementara Freddy Budiman telah menjalani eksekusi mati beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved