Wapres JK: Jangan Sampai Menghina Guru, Sekalipun Atap Rumahnya
Di Makassar Sulawesi Selatan, pada zaman dulu, seorang murid sangat menghormati gurunya.
Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Di Makassar Sulawesi Selatan, pada zaman dulu, seorang murid sangat menghormati gurunya.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengingat saat ia kecil dulu ada peraturan tidak tertulis, bahwa seorang murid tidak boleh menghina guru, sekalipun yang dihina adalah atap rumahnya.
Kini, dunia pendidkan di Makassar tercoreng. Seorang guru SMK 2 Makassar bernama Dahrul, dipukuli oleh siswanya bernama Aif, dan orangtua Alif bernama Adnan Achmad.
Insiden tersebut dipicu oleh aksi kekerasan yang dilakukan Dahrul kepada Alif. JK pun menyayangkan insiden tersebut.
Ia mengingat sampai tahun 70an, seorang guru memukul siswanya dengan rotan adalah sebuah hal yang biasa. Namun kini hal itu sudah tidak boleh lagi dilakukan, karena ada sejumlah peraturan yang siap menjerat sang guru atas tindak kekerasannya.
Ia mengimbau, tidak boleh lagi ada kekerasan di dunia pendidikan, baik oleh guru maupun oleh murid dan orangtuanya. (*)