Breaking News:

Malam Puisi, Wadah Apresiasi Sastra di Bandar Lampung

Mereka berkumpul karena hobi dan kecintaan yang sama terhadap puisi. Berdiri sejak 2013, mereka sudah sering mengadakan pementasan.

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Yoga Noldy Perdana

TRIBUNNEWS.COM. BANDAR LAMPUNG – Bait puisi berkelindan di temaram cahaya sebuah kafe, Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar lampung.

Seorang anak muda terlihat hikmat membacakan puisi ciptaannya sendiri. “Perihal kopi yang masih tertahan pada dahan itu/ dibiarkan memerah sembari mendengar cerita rimbun dedaunan...."

Di akhir puisinya, pemuda itu disambut tepuk tangan disertai sorakan penonton. Mereka ini merupakan sekumpulan pemuda yang tergabung dalam komunitas Malam Puisi Bandar Lampung

Mereka berkumpul karena hobi dan kecintaan yang sama terhadap puisi. Berdiri sejak 2013, mereka sudah sering mengadakan pementasan. Pas seperti slogannya: Datang, dengarkan, dan bacakan puisimu.” 

Penanggung jawab Komunitas Malam Puisi Lampung, Galih Aditya, mengatakan, Malam Puisi didirikan sebagai wadah apresiasi terhadap karya sastra, terutama puisi.

Setiap kali berkumpul, mereka bukan sekadar membaca puisi karya masing-masing. Tapi juga berdiskusi, bedah puisi, serta mengapresiasi karya penyair masyur semisal WS Rendra dan Sapardi Djoko Damono. 

Di komunitas tersebut semua orang boleh tampil. Jadi, panggung mereka bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah mahir menulis dan membacakan puisi.

Simak video klip puisi karya salah satu anggota komunitas tersebut di atas.(*)

Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved