Senin, 13 April 2026

Paus Fransiskus Wafat

Selamat Jalan Paus Fransiskus: Pemimpin Gereja yang Menginspirasi Dunia

Dengan wafatnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik memasuki masa Sede Vacante (Tahta Kosong), di mana para kardinal akan berkumpul dalam Konklaf untuk me

|
Tangkapan layar YouTube ABC News
PENAMPILAN PUBLIK TERAKHIR - Tangkapan layar YouTube ABC News pada Minggu (20/4/2025) menampilkan Paus Fransiskus yang membuat penampilan publik yang mengejutkan untuk memberkati ribuan umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk misa Minggu Paskah. 

TRIBUNNEWS.COM – Duka mendalam menyelimuti umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dikenal dengan sikap rendah hati dan perjuangannya untuk keadilan sosial, telah meninggal dunia pada usia 88 tahun, Senin (21/04/2025) pukul 7:35 pagi waktu Roma. 

Dilansir dari Vaticannews, Paus menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya, Casa Santa Marta, Vatikan, setelah beberapa waktu menjalani perawatan intensif akibat pneumonia bilateral.

Kabar duka ini disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Kamar Apostolik. "Saudara-saudari terkasih, dengan hati yang sangat berat, saya mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Fransiskus. Ia telah kembali ke rumah Bapa, meninggalkan warisan kasih dan pelayanan tanpa pamrih bagi Gereja dan mereka yang paling tersisih," ungkapnya.

Sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat dirawat di Rumah Sakit Gemelli pada 14 Februari 2025, akibat bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia. Selama 38 hari, umat Katolik di seluruh dunia mendoakan kesembuhannya. Namun, takdir berkata lain. Sang pemimpin, yang memilih nama "Fransiskus" untuk menggambarkan kesederhanaan dan cinta kasihnya, akhirnya meninggal pada hari yang penuh makna—Senin Paskah, yang juga merupakan hari kedua perayaan kebangkitan Kristus.

Baca juga: Mengenang Paus Fransiskus saat Pimpin Misa Agung di Indonesia yang Penuh Kesederhanaan

Dari Buenos Aires ke Tahta Suci: Jejak Sang Paus yang Merakyat

Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina, Paus Fransiskus merupakan paus pertama dari Amerika Latin dan Ordo Jesuit. Kehidupan awalnya penuh dengan kesederhanaan, bahkan sebelum memasuki dunia gereja, ia sempat bekerja sebagai teknisi laboratorium kimia. Namun, panggilan spiritual mengantarkannya menuju seminari, menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada 1998, dan kemudian Kardinal pada 2001.

Pada 13 Maret 2013, Paus Fransiskus terpilih sebagai Paus, dan segera memperkenalkan gaya hidup yang berbeda dari paus-paus sebelumnya. Ia memilih tinggal di Casa Santa Marta yang sederhana, menolak tinggal di Istana Apostolik yang mewah. Ia juga lebih memilih mengendarai mobil bekas ketimbang mobil kepausan. Lebih dari itu, ia sering kali mencuci kaki narapidana dan pengungsi, menunjukkan simbol kerendahan hati yang mendalam.

MOMEN INDAH PAUS FRANSISKUS - Paus Fransiskus memiliki momen manis saat berkunjung ke Indonesia. Momen tersebut adalah pertemuan pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus dengan Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menjadi paling bersejarah.

Sri Paus dan Nasaruddin Umar saling bersalaman saat hendak berpisah usai acara bersama tokoh-tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Kamis (5/9/2024).

Tak berhenti sampai di situ, Nasaruddin Umar tampak mengecup dahi Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus membalasnya dengan mencium tangan Imam Masjid Istiqlal itu.
MOMEN INDAH PAUS FRANSISKUS - Paus Fransiskus memiliki momen manis saat berkunjung ke Indonesia. Momen tersebut adalah pertemuan pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus dengan Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menjadi paling bersejarah. Sri Paus dan Nasaruddin Umar saling bersalaman saat hendak berpisah usai acara bersama tokoh-tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Kamis (5/9/2024). Tak berhenti sampai di situ, Nasaruddin Umar tampak mengecup dahi Paus Fransiskus. Paus Fransiskus membalasnya dengan mencium tangan Imam Masjid Istiqlal itu. (Tangkapan Layar Youtube)

Warisan yang Ditinggalkan: Gereja yang Lebih Inklusif dan Peduli

Selama lebih dari satu dekade memimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus dikenal sebagai suara bagi kaum marginal. Dalam banyak kesempatan, ia mendorong umat untuk menjaga bumi dan sesama, serta menanggapi berbagai tantangan sosial dengan cara yang penuh kasih dan inklusif.

Paus Fransiskus juga meninggalkan kenangan manis saat berkunjung ke Indonesia. Salah satu momen paling bersejarah terjadi ketika beliau bertemu dengan Imam Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, pada Kamis, 5 September 2024. Pertemuan ini diadakan setelah acara bersama tokoh-tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Saat berpisah, Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar saling bersalaman, namun momen penuh keakraban itu tidak berhenti di sana. KH Nasaruddin Umar mengecup dahi Paus Fransiskus, yang kemudian membalasnya dengan mencium tangan Imam Masjid Istiqlal tersebut. Keakraban antara dua pemuka agama besar ini diabadikan dalam foto yang kemudian tersebar luas di berbagai media nasional dan internasional, mencerminkan nilai perdamaian dan dialog antaragama yang selalu ditekankan oleh Paus Fransiskus.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Dengan wafatnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik memasuki masa Sede Vacante (Tahta Kosong), di mana para kardinal akan berkumpul dalam Konklaf untuk memilih paus baru. Sementara itu, ribuan umat diperkirakan akan datang ke Vatikan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang Paus.

Selamat jalan, Paus Fransiskus. Terima kasih atas segala ajaran, kasih, dan pelayanan tanpa pamrih.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved