Waktunya Muda Mudi Dapat Wawasan
Amerika Rilis Piramida Makanan Terbaru, Apa Relevansinya untuk Indonesia?
Piramida makanan terbaru ini berfokus pada konsumsi real food dengan mengutamakan protein hewani, produk susu dan lemak sehat, serta sayur dan buah.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat baru saja merilis Dietary Guidelines for Americans 2025–2030, sebuah piramida panduan makan terbaru yang jadi sorotan karena membawa satu pesan sederhana: eat real food. Pedoman ini disebut sebagai salah satu perubahan terbesar dalam kebijakan nutrisi AS dalam beberapa dekade terakhir.
Piramida makanan terbaru ini berfokus pada konsumsi real food dengan mengutamakan protein hewani, produk susu dan lemak sehat, serta sayur dan buah. Sementara itu, porsi karbohidrat sebaiknya lebih kecil dan dipilih dari sumber biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks.
Menariknya, meski ini kebijakan negara lain, pedoman tersebut juga relevan bagi masyarakat Indonesia. Jika diperhatikan, akhir-akhir ini, banyak pengguna media sosial membagikan unggahan yang membahas topik “makan real food”.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk kembali mengonsumsi makanan alami makin meningkat. Apalagi, di tengah sibuknya aktivitas harian, banyaknya opsi makanan instan, serta budaya "yang penting kenyang", ajakan untuk kembali mengonsumsi real food menjadi sangat penting.
Apa Itu Real Food?
Ketika mendengar istilah real food, banyak orang langsung membayangkan makanan mahal atau menu diet tertentu. Padahal maknanya jauh lebih sederhana.
Real food adalah makanan yang diolah dengan proses sederhana yang hasil akhirnya masih mendekati bentuk aslinya, bebas dari bahan kimia, dan kaya akan nutrisi.
Makanan yang termasuk real food adalah buah-buahan, sayuran, daging, telur, ikan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Selain itu, susu yang dibuat dari 100 persen susu segar juga tergolong sebagai real food.
Sebaliknya, makanan ultra-proses seperti keripik, sosis instan, boba, mi instan, dan snack kemasan cenderung mengandung banyak gula, garam, lemak, serta zat aditif tambahan dan telah mengalami proses pengolahan yang panjang.
Manfaat Mengonsumsi Real Food
Real food cenderung memiliki nutrisi yang lebih utuh karena tidak melalui proses pengolahan yang kompleks, disertai dengan tambahan berbagai zat aditif. Kandungan lemak trans, gula, dan garamnya juga jauh lebih rendah dibandingkan makanan ultra-proses.
Nah, kalau mulai membiasakan mengonsumsi real food dalam pola makan sehari-hari, berikut beberapa manfaatnya.
1. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Real food biasanya diperkaya dengan serat alami dari sayur, buah, dan biji-bijian. Serat inilah yang membantu pencernaan tetap lancar, bikin perut terasa lebih nyaman, dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Kalau usus happy, tubuh juga bekerja lebih maksimal!
2. Mental Lebih Sehat
Ternyata, mengonsumsi real food juga berpengaruh pada kesehatan mental. Mengutip Alodokter, makanan alami membantu tubuh menjaga keseimbangan hormon yang ngaruh banget ke mood, seperti serotonin dan kortisol.
Serotonin atau yang sering disebut hormon bahagia, banyak diproduksi di usus, dan proses ini berjalan lebih optimal dengan mengonsumsi makanan tinggi serat yang mendukung bakteri baik. Di sisi lain, makanan yang kaya magnesium bisa membantu menstabilkan kadar kortisol, sehingga rasa cemas berkurang dan suasana hati terasa lebih ringan.
3. Mencegah Penyakit Kronis
Real food membantu tubuh terhindar dari risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau jantung. Hal ini dikarenakan melimpahnya nutrisi pada real food dapat menurunkan kadar kolesterol, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, real food juga mengandung berbagai senyawa antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/piramida-makanan-AS-terbaru-1001.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.