TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Nyaris Meninggal setelah Ereksi 21 Hari
Tribunnews.com - Selasa, 30 Maret 2010 09:00 WIB

IST
Ilustrasi
Berita Lainnya
- Waria dan Homoseksual Boleh Daftar Komisioner Komnas…
- 4 Siswa Pura-pura Kerasukan Agar Dilayani Oral Seks
- Bunda, Dari Mana Sih Datangnya Adik Bayi?
- Bagaimana Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Alat Vital?
- Perempuan dengan Dua Vagina Ditawari Main Film Porno
- Jika Anak Bertanya Bagaimana Mama Bisa Hamil? Ini…
TRIBUNNEWS.COM, CALCUTTA — Seorang pria berusia 55 tahun
asal India nyaris meninggal dunia karena mengalami suatu kelainan pada
penisnya. Pria itu harus menjalani operasi darurat setelah organ
vitalnya itu terus menegang selama lebih kurang 21 hari.
Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dipastikan mengalami impotensi.
”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).
Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra. Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf. Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.
”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.
”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya. (SUN)
Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dipastikan mengalami impotensi.
”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).
Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra. Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf. Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.
”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.
”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya. (SUN)
Editor: Iwan Apriansyah
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Lifestyle Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
