Sisi Lain Kehidupan Sam Ratulangie
Sejak Kecil Sam Ratulangie Sudah Kutu Buku dan Kritis
SIAPA tak kenal Sam Ratulangie? Apalagi warga Sulawesi Utara yang sangat akrab dengan filosofi "sitou timou tumou tou"
Editor:
Prawira

Nama lengkapnya DR Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangie, tetapi kita lebih akrab dengan nama Sam Ratulangi. Dia adalah pahlawan nasional asal Sulut, Gubernur pertama Sulawesi, dan menjadi panutan masyarakat hingga pejabat di Bumi Nyiur Melambai hingga kini.
Sam Ratulangi adalah sosok yang terkenal dengan pemikiran dan perjuangannya yang tak pernah setengah hati. Kisah perjalanan hidup, foto-foto, dan lukisan dirinya kini dipamerkan di Museum Negeri Provinsi Sulut. Pameran yang berlangsung hingga 18 Juli ini sepi peminat. Mungkin, Sam Ratulangi yang diabadikan menjadi nama universitas terbesar di Manado, sudah mulai dilupakan. Entahlah!
Pria kelahiran Tounkuramber, Tondano, Minahasa, 5 November 1890 itu adalah sosok yang tak pernah mau berhenti belajar. Tak heran, ia menjadi doktor matematika pertama di Asia. Dia juga menorehkan begitu banyak sejarah bagi bangsa Indonesia melalui ide dan gagasan yang luar biasa.
"Dia adalah orang yang senang belajar. Sejak kecil minatnya terhadap ilmu pengetahuan sudah tampak. Ia dikenal kutu buku dan senang bereksperimen. Sejak kecil Ia sudah terbiasa mengeluarkan argumen- argumen tentang satu persoalan di lingkungan keluarga maupun sekolahnya," tutur Dra Susana Ponto, Kepala Seksi Bimbingan Edukasi dan Preparasi Museum Negeri Provinsi Sulut di lokasi pameran, Jumat (16/7/2010).
Mungkin hal itulah yang membuat gaya berpikir yang tertuang dalam ide-ide dan gagasannya selalu diperhitungkan. Bahkan, kabarnya nama negara ini, Indonesia, adalah ide almarhum yang asli kelahiran Tondano itu.
"Bapak Sam Ratulangie adalah orang Minahasa asli yang berasal dari Tondano. Kalau dia bisa pintar, sukses, dan memiliki jiwa dan raga yang tulus diberikan bagi daerah dan bangsanya, harusnya saat ini ada lagi orang Minahasa atau orang Sulut yang muncul dengan kepribadian seperti dia," ujar Susana yang kemarin siaga menjaga pameran foto Sam Ratulangie di Gedung Utama Museum Provinsi Sulut.
Menurut Susana, kecenderungan warga Sulut, baik generasi tua maupun muda saat ini adalah bersikap apatis. Selain tak mau belajar dari sejarah, kita juga 'takut' bereksperimen. Padahal, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Singapura, dan Eropa, bisa maju karena berani bereksperimen. Hal yang justru menjadi kebiasaan Sam Ratulangie yang penuh ide-ide gila!
Generasi saat ini sepertinya sudah tak mau berpikir keras atau berargumentasi untuk menciptakan hal-hal inovatif dan kreatif untuk mengangkat nama baik daerah. Program-program daerah pun cenderung lebih menyejahterakan kalangan atas, bukan rakyat sebagaimana amanat UUD 1945.
"Mari belajar dari kisah hidup Sam Ratulangie. Bermula dari kehidupannya di Tondano dan kisah hidupnya dalam menempuh pendidikan yang bisa dibilang penuh dengan ide-ide 'gila.' Namun dari keberanian bereksperimen inilah ada banyak hal-hal yang bisa dia torehkan bagi bangsa ini," papar Susana. (yudith sandri rondonuwu)
Bersambung