Minggu, 31 Agustus 2025

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Situasi Dalam Negeri Tak Kondusif, Prabowo Putuskan Batal Hadiri Parade Militer China

Situasi dalam negeri yang belum kondusif membuat Prabowo membatalkan kehadiran dalam parade militer China, demi fokus stabilitas nasional.

Penulis: Taufik Ismail
Dok. Setpres
STABILITAS NASiONAL - Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas dengan para menteri dan pejabat bidang politik dan keamanan di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juni 2025. Pada 30 Agustus 2025, Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyatakan membatalkan menghadiri parade militer China, demi fokus pada stabilitas nasional pasca-meluasnya demonstrasi di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak menghadiri parade militer yang digelar pemerintah Tiongkok pada 3 September 2025.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui pernyataan resmi yang diterima Tribunnews, Sabtu (30/8/2025).

Parade militer tersebut merupakan bagian dari peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II dan dijadwalkan dihadiri oleh sekitar 26 kepala negara dari berbagai belahan dunia.

Pemerintah Tiongkok sebelumnya telah mengundang Presiden Prabowo secara resmi untuk turut serta dalam acara tersebut.

Alasan Pembatalan: Dinamika Global dan Krisis Domestik

Menurut Prasetyo, keputusan Presiden Prabowo untuk tidak memenuhi undangan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya adalah undangan menghadiri Sidang Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York yang juga dijadwalkan berlangsung pada bulan September.

“Pada bulan September ada beberapa undangan dari beberapa pihak yang mengundang Bapak Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York. Ini menjadi salah satu pertimbangan bagi beliau dalam memutuskan hadir atau tidaknya memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok,” ujar Prasetyo.

Baca juga: Malam Ini, Presiden Prabowo Bertemu Para Pimpinan Ormas Islam di Hambalang

Namun, faktor utama yang menjadi dasar pembatalan adalah situasi dalam negeri yang dinilai belum kondusif.

Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Indonesia menyusul protes kenaikan tunjangan DPR Rp50 juta dan meninggalnya pegemudi ojek online Affan Kurniawan.

Sejumlah aksi berujung ricuh dan bahkan anarkis, memicu kekhawatiran akan stabilitas sosial.

“Yang kedua tentu saja karena dinamika di dalam negeri. Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, beliau juga ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik,” jelas Prasetyo.

Presiden Sampaikan Permohonan Maaf ke Pemerintah Tiongkok

Dalam pernyataannya, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok atas ketidakhadirannya dalam acara tersebut.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Sambangi Rumah Duka Ojol Affan, Keluarga: Kami Percaya Sama Bapak

Prioritas Nasional

Keputusan Presiden Prabowo mencerminkan penegasan prioritas terhadap kondisi dalam negeri di tengah tekanan sosial yang meningkat. Di saat bersamaan, kehadiran dalam forum internasional seperti Sidang PBB tetap dipertimbangkan sebagai bagian dari diplomasi global yang strategis.

Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara komitmen internasional dan tanggung jawab domestik, terutama dalam menghadapi krisis sosial yang membutuhkan kepemimpinan langsung dari kepala negara.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan