TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ibunda Ridho sampai Hari Ini Belum Ganti Baju
Tribunnews.com - Selasa, 20 Juli 2010 18:17 WIB

Tribunnews.com/Iwan Taunuzi
Menteri Kesehataan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih mendatangi Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar Prof Dr Munadjat Wiratmadja Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjenguk korban luka bakar di Bojonegoro, Ridho (4), Selasa (20/7/2010).
"Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pemirsa dan masyarakat yang telah membantu Ridho
Susi
Berita Terkait: Korban Ledakan Gas Elpiji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wajah lelah tampak terlihat jelas di raut Susi, ibunda Ridho (4,5) korban ledakan tabung gas elpiji pada Maret 2010 lalu. Di tengah kesedihan yang ia alami lantaran anaknya menderita luka bakar serius di sekujur tubuh, namun Susi tetap tegar.
Perjuangan Susi, yang menempuh perjalanan jauh dari Bojonegoro, Jawa Timur, tak sia-sia. Setidaknya, musibah yang ia alami bersama putranya berhasil mengetuk hati pemerintah meskipun ia tak bisa bertemu langsung Presiden SBY.
Dengan mata berkata-kaca, Susi kini bisa sedikit bernafas lega. Putranya, Ridho, telah mendapatkan perawatan di RSCM, Jakarta.
Tak hanya itu, hanya dalam hitungan menit, sesaat setelah kehadirannya di Jakarta, musibah yang dialami Susi bersama putranya juga menarik simpati masyarakat.
Sejumlah warga yang bersimpati mencoba menyumbangkan dana demi kesembuhan si bocah yang menderita luka bakar akibat ledakan tabung gas.
"Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pemirsa dan masyarakat yang telah membantu Ridho. Semoga bantuan ini bermanfaat demi kesembuhan Ridho, agar ia bisa beraktivitas seperti biasa," tutur Susi, Selasa (20/7/2010).
Ibu dua anak ini berupaya mendampingi putranya yang kini dalam perawatan tim medis RSCM, Jakarta. Bahkan selama sehari semalam, Susi berupaya berada di samping putranya, meskipun ia mengorbankan untuk tidak tidur sepanjang malam hingga esok harinya.
Tak ada barang apapun yang dibawa Susi dari kampung halamannya. Bahkan untuk tinggal di Jakarta, ia dan Ridho tak punya bekal apapun. Bahkan baju yang dikenakan Susi belum juga berganti.
Baju kaos berkerah dengan tulisan Mango itu masih melekat erat di tubuhnya. Begitupun dengan penutup kepala berwarna hitam, juga masih melekat di kepalanya.
Susi berharap agar rencana operasi terhadap putranya berjalan lancar dan Ridho kembali bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa. Saat ditanya bagaimana keseharian Ridho di tengah-tengah lingkungannya?"Ridho masih bisa terlihat ceria saat bermain. Meski mungkin ia merasakan sakit atau panas namun ia tetap berupaya ceria."
Perjuangan Susi, yang menempuh perjalanan jauh dari Bojonegoro, Jawa Timur, tak sia-sia. Setidaknya, musibah yang ia alami bersama putranya berhasil mengetuk hati pemerintah meskipun ia tak bisa bertemu langsung Presiden SBY.
Dengan mata berkata-kaca, Susi kini bisa sedikit bernafas lega. Putranya, Ridho, telah mendapatkan perawatan di RSCM, Jakarta.
Tak hanya itu, hanya dalam hitungan menit, sesaat setelah kehadirannya di Jakarta, musibah yang dialami Susi bersama putranya juga menarik simpati masyarakat.
Sejumlah warga yang bersimpati mencoba menyumbangkan dana demi kesembuhan si bocah yang menderita luka bakar akibat ledakan tabung gas.
"Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pemirsa dan masyarakat yang telah membantu Ridho. Semoga bantuan ini bermanfaat demi kesembuhan Ridho, agar ia bisa beraktivitas seperti biasa," tutur Susi, Selasa (20/7/2010).
Ibu dua anak ini berupaya mendampingi putranya yang kini dalam perawatan tim medis RSCM, Jakarta. Bahkan selama sehari semalam, Susi berupaya berada di samping putranya, meskipun ia mengorbankan untuk tidak tidur sepanjang malam hingga esok harinya.
Tak ada barang apapun yang dibawa Susi dari kampung halamannya. Bahkan untuk tinggal di Jakarta, ia dan Ridho tak punya bekal apapun. Bahkan baju yang dikenakan Susi belum juga berganti.
Baju kaos berkerah dengan tulisan Mango itu masih melekat erat di tubuhnya. Begitupun dengan penutup kepala berwarna hitam, juga masih melekat di kepalanya.
Susi berharap agar rencana operasi terhadap putranya berjalan lancar dan Ridho kembali bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa. Saat ditanya bagaimana keseharian Ridho di tengah-tengah lingkungannya?"Ridho masih bisa terlihat ceria saat bermain. Meski mungkin ia merasakan sakit atau panas namun ia tetap berupaya ceria."
Penulis: Anwar Sadat Guna |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

