Flu Burung Masih Jadi Ancaman
Pandemi flu burung (avian influenza) sejak diketemukan pertama kali 2003 di Hong Kong, ternyata masih dianggap ancaman serius bagi Indonesa.
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Pandemi flu burung (avian influenza) sejak diketemukan pertama kali 2003 di Hong Kong, ternyata masih dianggap ancaman serius bagi Indonesa. Data mnenunjukkan dari 166 kasus sejak 2005-2010 jumlah korban yang tewas akibat virus H5N1 (penyebab virus flu burung) di Indonesia mencapai 136 orang.
Data dari Direktorat Jenderal P2PL (Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan) Departemen Kesehatan Indonesia bahkan mencatat jumlah tersebut sebenarnya masih lebih tinggi lagi. Hal ini terungkap dalam Workshop Tim Pengendalian Flu Burung Provinsi Riau 2010 yang diselenggarakan Depkes Riau di Hotel Furaya, Kamis (22/7/2010).
Drh Wilfied Purba,Kasubdis Zoonosis Dirjen Pengendalian Penyakit Bersumber Penyakit Binatang Depkes RI, dalam materinya menyebutkan, kasus flu burung dari tahun ke tahun memang menunjukkan angka yang signifikan. Namun, pemerintah menurut dia, telah cukup melakukan langkah preventif dan pencegahan yang cukup.
Sejak 2005, menurut Wilfried, kematian akibat flu burung hingga Juni 2010 cenderung turun. Jika di tahun 2006 terdapat 55 kasus dengan angka kematian 45 orang, maka di 2007 jumlah kasus dan kematian turun yakni 42 kasus dengan 37 korban meninggal.
Angka ini cenderung turun di 2008 hanya 24/20, tahun 2009 menjadi 21/19 dan terakhir hingga Juni 2010 ini tinggal 4 kasus dengan jumlah korban 3 meninggal."Namun demikian, meski flu burung tidak lagi dianggap pandemi sejak diketemukan 2003 lalu, kita tetap harus mewaspadai serta mencegahnya," ungkap Wilfried. (*)