Harga BBM Naik
Dampak Harga BBM Naik di Daerah: Tarif Transportasi Meroket, Warga Jual Mobil Mewah, Pemda Cemas
Kenaikan BBM non-subsidi memicu tarif transportasi naik, warga menjual mobil, dan pemda mulai melakukan efisiensi anggaran.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga BBM non-subsidi memicu lonjakan biaya transportasi di sejumlah daerah, termasuk tarif angkutan Halmahera Timur yang naik 25 persen dan tiket pesawat di NTT yang ikut terdongkrak.
- Dampak kenaikan BBM dirasakan berbagai kalangan, termasuk warga Malang yang memilih menjual mobil mewahnya karena biaya operasional dan bahan bakar semakin mahal.
- Pemerintah daerah mulai khawatir terhadap membengkaknya biaya operasional, sehingga mendorong efisiensi anggaran dan pengurangan pos belanja.
TRIBUNNEWS.COM – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.
Per 10 Juni 2026, pemerintah resmi menaikkan harga BBM non-subsidi.
Pertamax 92 yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan tersebut langsung memicu keluhan masyarakat hanya sehari setelah penyesuaian harga diberlakukan.
Sejumlah pemerintah daerah pun disebut harus memutar otak menghadapi dampaknya di tengah keterbatasan anggaran.
Di Halmahera Timur, Maluku Utara, warga mengeluhkan tarif transportasi umum yang melonjak 25 persen.
Sementara di Malang, Jawa Timur, ada warga yang bahkan memilih menjual mobil mewahnya karena tidak lagi sanggup menanggung biaya bahan bakar.
Kenaikan BBM juga mulai membuat cemas pemerintah daerah di tengah efisiensi anggaran.
Lalu, seperti apa dampak lengkap kenaikan BBM di berbagai wilayah Indonesia?
Baca juga: 63,2 Persen Publik Tak Setuju Harga BBM Naik, Prabowo Diharapkan Tahan Dampak Perang Iran-AS
Tarif Transportasi Meroket
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Mobil Lintas Kota Maba Halmahera Timur, Jahid Hi akan segera mengirimkan surat ke pemerintah daerah.
Dalam waktu dekat, Organda akan membahas kenaikan tarif transportasi imbas perubahan harga BBM.
"Kami akan melihat perkembangannya terlebih dahulu, apakah harga BBM ini akan tetap tinggi atau kembali normal waktu dekat."
"Yang pasti, untuk tarif angkutan resmi di Halmahera Timur sampai hari ini belum ada perubahan regulasi formal," kata Jahid, dikutip dari TribunTernate.com, Kamis (11/6/2026).
Kondisi di lapangan berkata berbeda, ada kenaikan tarif sebesar 25 persen.