TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Warga AS: Tidak Pantas Membangun Masjid di Dekat Ground Zero
Tribunnews.com - Kamis, 2 September 2010 14:04 WIB

AP
Berita Lainnya
- Jajak Pendapat: Obama Dianggap Mendukung Fundamentalis…
- Obama: Saya Tidak Khawatir Dikira Muslim
- Mabuk Berat Seorang Pria Nyelonong ke Masjid dan Kencingi…
- Supir Taksi di New York Kena Tikam Setelah Mengaku…
- Meski Muslim Miss USA Tolak Pembangunan Masjid di…
- Massa Pro dan Kontra Pembangunan Masjid Saling Berhadapan
TRIBUNNEWS.COM - Dalam usaha melawan pandangan negatif agama Islam dan umat Muslim, sebuah kelompok akar rumput melancarkan sejumlah opini untuk meyakinkan kelompok non-Muslim Amerika bahwa umat Muslim di negara itu adalah warga Amerika Serikat (AS) juga.
The Council on American-Islamic Relations (CAIR) merilis sejumlah iklan yang akan ditayangkan di televisi nasional hari ini, Kamis (2/9/2010), untuk melawan pandangan negatif terkait pembangunan masjid di dekat Ground Zero. Dalam iklan itu, seorang pemadam kebakaran yang menerima telepon serangan 11 September 2001 lalu dan berbicara mengenai kehilangan orang-orang yang mereka sayangi sebelum ia mengakui jika ia seorang Muslim.
Juru bicara CAIR Ibrahim Hooper menyatakan jika salah satu bagian dari iklan itu menantang sebuah gagasan bahwa umat Muslim tidak menjadi target dalam serangan 11 September 2001 lalu.
Dalam jajak pendapat nasional CBS dari bulan lalu menunjukkan 40 persen warga Amerika memiliki pandangan kurang baik mengenai Islam. Lebih dari 70 persen menyatakan membangun masjid di dekat Ground Zero tidak pantas. Sebanyak 62 persen warga AS berpikir jika umat Muslim membangun tempat ibadah di komunitas mereka. Ini merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga Pew Research.
Sementara, Edina Lekovic, direktur kebijakan di lembaga Muslim Public Affairs Council membantu kelompok akar rumput Muslim untuk menyelenggarakan acara peringatan 11 September mendatang. Kelompok ini juga yang membantu 3.500 proyek pelayanan masyarakat namun Lekovic mengatakan ini momen yang sangat penting.
"Saat ini merupakan momen yang tepat di mana ada serangan yang makin tinggi kepada umat Muslim dan ini adalah upaya yang bisa menjembatani sebuah emosi terhadap sesuatu yang baik bagi kepercayaan yang kita anut dan negara kita," jelasnya.
Seorang warga AS yang sempat diwawancarai wartawan Tribunnews.com mengatakan seharusnya umat Muslim memahami perasaan dari warga yang menjadi korban serangan itu. "Mengapa harus ada di dekat Ground Zero, mengapa harus di sana. Ini seperti membangun sesuatu tentang Amerika di dekat tugu peringatan serangan bom Hiroshima dan Nagasaki," katanya.
Ia menghargai masalah kebebasan beragama yang merupakan hal fundamental dari konstitusi di Negeri Paman Sam itu. " Tetapi, ini seperti melukai perasaan. Jika ingin bertoleransi sebaiknya jangan membangun di dekat Ground Zero. Cari tempat lain yang tidak menimbulkan polemik," ujarnya, lagi.
The Council on American-Islamic Relations (CAIR) merilis sejumlah iklan yang akan ditayangkan di televisi nasional hari ini, Kamis (2/9/2010), untuk melawan pandangan negatif terkait pembangunan masjid di dekat Ground Zero. Dalam iklan itu, seorang pemadam kebakaran yang menerima telepon serangan 11 September 2001 lalu dan berbicara mengenai kehilangan orang-orang yang mereka sayangi sebelum ia mengakui jika ia seorang Muslim.
Juru bicara CAIR Ibrahim Hooper menyatakan jika salah satu bagian dari iklan itu menantang sebuah gagasan bahwa umat Muslim tidak menjadi target dalam serangan 11 September 2001 lalu.
Dalam jajak pendapat nasional CBS dari bulan lalu menunjukkan 40 persen warga Amerika memiliki pandangan kurang baik mengenai Islam. Lebih dari 70 persen menyatakan membangun masjid di dekat Ground Zero tidak pantas. Sebanyak 62 persen warga AS berpikir jika umat Muslim membangun tempat ibadah di komunitas mereka. Ini merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga Pew Research.
Sementara, Edina Lekovic, direktur kebijakan di lembaga Muslim Public Affairs Council membantu kelompok akar rumput Muslim untuk menyelenggarakan acara peringatan 11 September mendatang. Kelompok ini juga yang membantu 3.500 proyek pelayanan masyarakat namun Lekovic mengatakan ini momen yang sangat penting.
"Saat ini merupakan momen yang tepat di mana ada serangan yang makin tinggi kepada umat Muslim dan ini adalah upaya yang bisa menjembatani sebuah emosi terhadap sesuatu yang baik bagi kepercayaan yang kita anut dan negara kita," jelasnya.
Seorang warga AS yang sempat diwawancarai wartawan Tribunnews.com mengatakan seharusnya umat Muslim memahami perasaan dari warga yang menjadi korban serangan itu. "Mengapa harus ada di dekat Ground Zero, mengapa harus di sana. Ini seperti membangun sesuatu tentang Amerika di dekat tugu peringatan serangan bom Hiroshima dan Nagasaki," katanya.
Ia menghargai masalah kebebasan beragama yang merupakan hal fundamental dari konstitusi di Negeri Paman Sam itu. " Tetapi, ini seperti melukai perasaan. Jika ingin bertoleransi sebaiknya jangan membangun di dekat Ground Zero. Cari tempat lain yang tidak menimbulkan polemik," ujarnya, lagi.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Internasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Tandang ke Jepara, Persiba Bantul Bawa 19 Pemain
- Uang Rp 9 Miliar 'Terbang' ke Jakarta
- Pemainnya Mundur Berjamaah, Arema Minta Pengunduran…
- Hakim Syarifuddin Emoh Buktikan Asal-usul Hartanya
- Persela Lamongan Ngungsi ke Madiun
- Kas Hartadi Buta Kekuatan PSAP Sigli
- Mantan Juara Tenis Menuding Orangtua Bikin Tekor Rp542…
- Istri Polisi Dirampok dan Dianiaya
- Nyabu, 8 Polisi Bojonegoro Dipenjara 21 Hari
- Target Sriwijaya FC Curi Poin di Kandang PSAP dan…
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
