Kamis, 11 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Drone Terbaru Iran Hantam Tiga Pangkalan AS di Timur Tengah: Bahrain, Yordania, hingga Kuwait

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Angkatan Darat Iran (Artesh) menggunakan jenis drone baru dalam operasi tersebut. 

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SERANGAN IRAN - Drone Shahed Iran di fasilitas bawah tanah. Iran melancarkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Rabu (10/6/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Iran melancarkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Rabu, 10 Juni 2026. 
  • Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan yang kembali memanas antara Teheran dan Washington.
  • Menurut laporan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, Angkatan Darat Iran (Artesh) menggunakan jenis drone baru dalam operasi tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Iran melancarkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Rabu (10/6/2026), menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang kembali memanas antara Teheran dan Washington. 

Serangan tersebut disebut menyasar pangkalan udara, instalasi radar strategis, hingga markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.

Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa Angkatan Darat Iran (Artesh) menggunakan jenis drone baru dalam operasi tersebut. 

Menurut laporan itu, sasaran utama serangan di Bahrain adalah Sheikh Isa Air Base dan sebuah lokasi radar strategis yang digunakan militer Amerika Serikat.

Selain Bahrain, Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Muwaffaq al Salti di Yordania serta Ali Al-Salem Air Base di Kuwait. 

Ketiga lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai bagian penting dari jaringan militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang digunakan untuk operasi udara, logistik, dan pengawasan regional.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat terhadap sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz sehari sebelumnya. 

Teheran menuduh Washington terus melakukan tindakan agresif meski pembicaraan diplomatik antara kedua negara belum sepenuhnya ditutup.

Pemerintah Amerika Serikat hingga kini belum mengonfirmasi rincian kerusakan yang ditimbulkan. 

Pejabat pertahanan AS menyebut sebagian besar rudal dan drone Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ditempatkan di berbagai pangkalan Amerika dan negara sekutu di kawasan, meski biasanya berbeda dengan fakta di lapangan.

Babak Baru

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Teheran menyusul mandeknya pembicaraan perdamaian yang selama beberapa pekan terakhir berlangsung di tengah rapuhnya gencatan senjata kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump disampaikan ketika situasi keamanan di Teluk Persia mengalami eskalasi signifikan. Washington dan Teheran terlibat aksi saling serang yang menandai babak baru konfrontasi kedua negara setelah relatif menahan diri sejak tercapainya gencatan senjata beberapa bulan lalu.

Trump menyatakan Iran harus bertanggung jawab atas kegagalan proses diplomasi yang sebelumnya disebut-sebut membuka peluang bagi terciptanya stabilitas baru di kawasan. Presiden AS itu juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan tindakan yang dianggap mengancam kepentingan dan personel Amerika di Timur Tengah.

Eskalasi terbaru ini bermula dari insiden di sekitar Teluk Persia yang melibatkan aset militer Amerika Serikat dan Iran. Berbagai laporan menyebut sebuah helikopter serang AH-64 Apache milik militer AS jatuh setelah terjadi kontak dengan unsur pertahanan Iran di kawasan tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved