TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ada Operasi Militer Di Puncak Jaya
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 17:56 WIB

tribunnews.com/Bian Harnansa
Ilustrasi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM mendapatkan informasi di Puncak Jaya sedang terjadi operasi militer yang dilakukan TNI.
Wakil Ketua Komnas HAM, Joseph Stanley Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa ada pemintaan dari Bupati Puncak Jaya untuk menggelar semacam daerah operasi militer.
Lebih jauh, ia menjelaskan bila di Kabupaten Puncak Jaya ada protes dari warga terhadap bupati karena ada korupsi dan demo-demo. Kemudian ada penyerangan pada pos polisi di Puncak Jaya yang ditenggarai ada OPM pimpinan Buai Batuli.
"Waktu itu, Bupatinya Lukas yang merongrongnya itu OPM semua," kata Joseph di Gedung Nusantara II DPR RI Pada RDP dengan Komisi III DPR RI, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Kemudia dia mengundang batalayon 753 dari Nabire untuk melakukan operasi militer dengan dana Pemda. "Dari Nabire datang, dari kelapa dua datang, dan densus 88 datang. Mulai Bulan april lalu," jelasnya.
Operasi tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Untuk itu, mereka meminta Komnas HAM dari pusat datang, karena perwakilan dari Papua kesulitan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM mendapatkan informasi di Puncak Jaya sedang terjadi operasi militer yang dilakukan TNI.
Wakil Ketua Komnas HAM, Joseph Stanley Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa ada pemintaan dari Bupati Puncak Jaya untuk menggelar semacam daerah operasi militer.
Lebih jauh, ia menjelaskan bila di Kabupaten Puncak Jaya ada protes dari warga terhadap bupati karena ada korupsi dan demo-demo. Kemudian ada penyerangan pada pos polisi di Puncak Jaya yang ditenggarai ada OPM pimpinan Buai Batuli.
"Waktu itu, Bupatinya Lukas yang merongrongnya itu OPM semua," kata Joseph di Gedung Nusantara II DPR RI Pada RDP dengan Komisi III DPR RI, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Kemudia dia mengundang batalayon 753 dari Nabire untuk melakukan operasi militer dengan dana Pemda. "Dari Nabire datang, dari kelapa dua datang, dan densus 88 datang. Mulai Bulan april lalu," jelasnya.
Operasi tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Untuk itu, mereka meminta Komnas HAM dari pusat datang, karena perwakilan dari Papua kesulitan.
Penulis: Adi Suhendi | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Salju Tebal , 350 Penerbangan di Inggris Batal
- Dua Pemain Anyar Juve Masuk Skuad Hadapi Siena
- Warga Gelar "Nganggung" Maulid Nabi
- Car Free Day, Jl Kol Sugiono Ditutup hingga Pukul…
- Delapan Naga Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak
- Puskesmas Nangapanda Terbakar
- Dituding Selingkuh, Zumi Zola Bicara Pembangunan Daerah
- Prabowo Minta HUT ke-4 Gerindra Tak Berlebihan
- Iba Pada Kondisi Anak-anak Angie
- Mobil Calon Bupati Kolaka Utara Dirusak
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
