Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Roberto: Saya Linglung Pak Saya Lupa!

Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 13:56 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Roberto: Saya Linglung Pak Saya Lupa!
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Konsultan pajak, Roberto Santonius (tengah) memberikan kesaksian dalam sidang terdakwa AKP Sri Sumartini di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Selasa (31/8/2010) Dalam Kesaksian nya Roberto Santonius mengaku sempat protes ke Mabes Polri atas statusnya sebagai tersangka bersama Gayus Tambunan. Setelah menunjukkan kuitansi tanda pinjaman Rp 925 juta kepada Brigjen Edmon Ilyas, status hukumnya pun turun menjadi saksi. (TRBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Roberto Santonius tetap pada keterangannya, tidak memberi Rp 100 juta terdakwa Kompol Mohd Arafat Enanie dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010). Roberto mendadak linglung, ketika dicecar apakah ada keterangannya mengatakan telah memberi uang.

Sebelumnya ketua majelis hakim Haswandi memang tidak menanyakan apakah Roberto memberi uang atau tidak ke Arafat. Haswandi hanya menanyakan apakah Roberto pernah mengeluarkan pernyataan memberi uang Rp 100 juta ke Arafat ketika di BAP oleh penyidik tim independen Mabes Polri.

"Selama pemeriksaan pertama, maupun berkali-kali, penyidik koperatif dan saya jawab dengan baik. Waktu itu saya sudah linglung. Jadi dari lawyer kami peringatkan saya tolong bicara yang sejujur-jujurnya. Akhirnya dengan terpaksa daripada tidak pulang," kata Roberto.

Pertanyaan Haswandi sekaligus mengonfrontasi kesaksian penyidik AKP Nya'mun Markam sebelumnya, yang menerangkan Roberto pernah mengatakan telah memberi uang ke Arafat dalam keterangannya di BAP kedua, poin 55 dan 56, pada 6 Mei 2010, bertempat di ruang staf ahli Mabes Polri.

Haswandi melanjutkan pertanyaan berikutnya, "Jadi saudara tidak sadar kalau sudah mengatakan itu (telah memberi uang Rp 100 juta ke Arafat?)." Roberto bersikukuh dan mengatakan tetap pada keterangannya. "Saya tidak sadar saat itu. Susah untuk menjawab, bingung pak hakim," jawab Roberto.

Penulis: Yogi Gustaman  |  Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup