Minggu, 5 Februari 2012
Tribunnews.com

Usaha Setengah Hati tapi Beromset Rp 1,5 Juta per Hari

Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 19:51 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Usaha Setengah Hati tapi Beromset Rp 1,5 Juta per Hari
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Laporan Wartawan Tribun Medan, Rany Sis

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -
Tak disangka, usaha dijalani setengah hati menjadi bisnis yang menjanjikan bagi Dilly Asril. Saat mengawali usaha air isi ulang, Dilly masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi UISU.

Berawal dari keinginan membantu masyarakat mendapatkan air minum yang bersih dan sehat, pemilik Delima Water di Jl Mustafa, Medan, Sumatera Utara, ini kini mendapatkan omset hingga Rp 1,5 juta per hari.

Saat memulai usaha tersebut, Dilly mengeluarkan modal sebesar Rp 80 juta, hasil kantong sendiri dan bantuan orangtuanya. Modal ini dipergunakan untuk membeli peralatan penampung dan penyaring air serta alat transportasi.

Ia menggunakan penyaringan merek Yamaha, tangki penampung air ozone dan UV penyaringan air, partisi, cucian galon serta pompa air sebanyak empat buah. Untuk sarana transportasi, ayah satu anak ini membeli enam kendaraan becak dan tiga unit motor. "Iya saya sudah prepare transportasi karena letak rukonya strategis," ujarnya.

Untuk tempat usaha, ia tidak perlu menyewa karena milik orangtuanya, "Kalau biaya sewa ruko saya gak bayar, kan milik orangtua," ujar suami Adriana Soraya ini.

Selain alat transportasi dan alat penyaringan ia juga harus menyediakan meja kursi, brosur, bon sebagai pelengkap bisnisnya. "Jadi total keseluruhan modal awal sekitar Rp 80 juta," ujarnya.

Setiap harinya 400 buah galon terjual. Dari penjualan sebanyak ini ia memperoleh omset Rp 1,5 juta per hari. Menurutnya, usahanya ini cukup lancar tanpa hambatan berarti. "Alhamdulillah lancar," ujar pria yang sedang melanjutkan studinya di Fakultas Hukum UMSU ini.

Dilly mengatakan, modal awalnya sebesar Rp 80 juta kembali tidak kurang dari setahun. Setelah modal kembali ia kemudian membuka usaha yang sama di Jl Tuasan. "Sekarang kita udah punya cabang di Jl Tuasan," ujarnya.

Dilly melakukan perawatan peralatan setiap dua bulan sekali. Uang yang dikeluarkan sebesar sebesar Rp 2 juta. Perawatan berupa ganti pompa atau membersihkan tangki. Selain maintenance, ia pun harus membayar listrik sekitar Rp 1 juta per bulan dan membayar air sebesar Rp 2 juta per bulan.

Sedangkan untuk pegawai, Dilly mempunyai karyawan sekitar 13 orang yang rata-rata gajinya sebesar Rp 1,3 juta. "Biaya itu semua untuk satu usaha lho, tidak termasuk galon saya yang satunya," ujar pria yang pelanggannya sebagian besar penduduk Jl Krakatau dan Jl Mustafa.(*)

Editor: Juang Naibaho  |  Sumber: Tribun Medan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup