Hiu 4 Meter Lompat ke Kapal, Nelayan Asal Sinjai Tewas di Selat Alas NTT
Tragedi langka di Selat Alas: hiu 4 meter melompat ke kapal dan menimpa nelayan muda Sinjai, Erfan Janurdi, hingga tewas saat melaut
Ringkasan Berita:
- Tragedi hiu lompat di Selat Alas menewaskan nelayan Sinjai 19 tahun Erfan Janurdi di KM Aulia 06 saat kapal beroperasi malam 6/6/2026
- Hiu 4 meter 200 kg tiba-tiba melompat menimpa korban yang sedang duduk bermain HP, menyebabkan luka parah hingga meninggal 3 jam kemudian.
- Peristiwa langka ini pernah juga terjadi di Australia namun korban selamat
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Perairan Selat Alas, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi lokasi tragedi langka yang merenggut nyawa seorang nelayan muda asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6/2026) malam saat kapal tengah beroperasi di tengah laut.
Peristiwa tak biasa itu terjadi ketika seekor hiu berukuran besar tiba-tiba melompat ke atas kapal dan menimpa seorang awak kapal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Erfan Janurdi (19), salah satu awak Kapal Motor (KM) Aulia 06.
Saat kejadian, enam awak kapal asal Sinjai tengah menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah laut. Sebagian awak sibuk melaut, sementara lainnya beristirahat di sela pekerjaan.
Erfan saat itu sedang bersantai di depan kamar kapal sambil memainkan telepon genggamnya. Dalam kondisi laut yang gelap dan relatif tenang, tidak ada tanda-tanda bahwa peristiwa berbahaya akan terjadi.
Namun situasi berubah dalam hitungan menit.
Baca juga: Pria Tewas Diserang Hiu di Queensland, Australia, Pantai Langsung Ditutup
Seekor hiu berukuran sekitar empat meter dengan berat diperkirakan mencapai 200 kilogram tiba-tiba melompat dari laut dan jatuh tepat di atas tubuh Erfan yang sedang duduk.
“Korban saat itu duduk di depan kamar kapal sambil bermain handphone. Tiba-tiba ikan hiu melompat dan menimpa korban,” ujar pemilik kapal, Ilyas (53), Kamis (11/6/2026).
Benturan keras tersebut seketika membuat suasana kapal berubah panik. Para awak kapal langsung bergegas memberikan pertolongan kepada korban yang terkapar akibat insiden yang sama sekali tidak diduga tersebut.
Erfan kemudian dipindahkan ke dalam ruang kapal untuk mendapatkan penanganan darurat seadanya di tengah laut.
Meski mengalami luka serius, korban masih dalam keadaan sadar dan sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya.
Namun kondisi kesehatannya terus menurun. Ia mengeluhkan nyeri hebat di bagian pundak serta kesulitan bernapas.
Sekitar tiga jam setelah insiden, Erfan mengembuskan napas terakhirnya di atas kapal.
“Korban masih sempat berkomunikasi, tetapi kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wita,” kata Ilyas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ditimpahiu12222.jpg)