Jumat, 10 Februari 2012
Tribunnews.com

Walah... Baliho Terbesar di Dunia Roboh Digerogoti Pemulung

Tribunnews.com - Sabtu, 4 September 2010 01:26 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Walah... Baliho Terbesar di Dunia Roboh Digerogoti Pemulung - BALIHO_ROBOH.jpg
facebooker/imbalo iman sakti
Baliho Raksasa berukuran 10 x 100 meter di Simpang Jam Baloi Batam sebagian roboh karena besi penyangga dicuri pemulung. Tulisan HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA sudah tidak lengkap lagi
Walah... Baliho Terbesar di Dunia Roboh Digerogoti Pemulung - BALIHO_ROBOH2.jpg
facebooker/imbalo iman sakti
Baliho Raksasa berukuran 10 x 100 meter di Simpang Jam Baloi Batam sebagian roboh karena besi penyangga dicuri pemulung. Tulisan HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA sudah tidak lengkap lagi
Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat baliho itu sebagai yang terbesar di dunia dengan ukuran 1.000 meter persegi. Pada tanggal 25 Juni 2010, Baliho itu diresmikan bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dan ditandai dengan penyerahan sertifikat MURI oleh Jaya Suprana kepada Ketua BNP Kepri HM Sani, yang kini jadi gubernur Kepri.
TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Baliho raksasa 1.000 meter persegi bertuliskan Hidup Sehat Tanpa Narkoba roboh gara-gara besi penyangga diembat pemulung. Baliho berukuran 10 x 100 meter itu berada di Simpang Jam di Bukit Baloi Batam, Indonesia.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat baliho itu sebagai yang terbesar di dunia dengan ukuran 1.000 meter persegi. Pada tanggal 25 Juni 2010, Baliho itu diresmikan bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dan ditandai dengan penyerahan sertifikat MURI oleh Jaya Suprana kepada Ketua BNP Kepri HM Sani, yang kini jadi gubernur Kepri.

Baliho itu dibuat dalam waktu 10 hari oleh perusahaan advertising terkenal milik Tavip yang memberikan garansi satu bulan.  Tapi gara-gara roboh ini dia bersedia memperpanjang jaminan perawatan dan patroli menghalau para pemulung di Batam yang ganas.
 
Menurut Jaya Suprana, baliho raksasa itu tidak ditemui di  Tokyo, Paris, New York maupun kota lainnya.  Jaya Suprana menyerahkan piagam penghargaan kepada pemrakarsa Balliho Anti Narkoba raksasa itu kepada Gubernur Kepri HM Sani, Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dan  Dir Narkoba Polda Kepri AKBP Agus Sadono.

"Iya memang ada angin kencang, tetapi bukan karena angin kencang penyebab robohnya sebagian Baliho itu. Tapi ternyata 5 besi penyangga Baliho sudah hilang diembat pemulung," kata Tavip Advertaising pembuat Baliho itu.

Pencurian besi di Batam merajalela, tidak hanya tiang baliho di pinggir jalan tapi juga besi penutup parit,  tiang papan nama jalan dan reklame. Bahkan vinyl bahan penutup atap spanduk pun dicuri orang. (ditulis oleh Imbalo Iman Sakti,  pembaca tribunnews.com di Batam)

Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup