Kamis, 11 Juni 2026

Obama: Bakar Quran Untungkan al-Qaeda

Presiden AS Barack Obama menilai rencana pembakaran kitab suci umat muslim, Al-Quran, hanya akan membawa menguntungkan bagi Al-Qaeda.

Tayang:
Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON --- Presiden Amerika Serikat Barack Obama menilai rencana pembakaran kitab suci umat muslim, Al-Quran, hanya akan menguntungkan Al Qaeda.

Rencana pembakaran Alquran ini akan dilaksanakan sekte Dove World Outreach Center pimpinan Terry Jones, tanggal 11 September 2010 mendatang.

Sekte ini rencananya akan menggelar  “International Burn a Koran Day” atau “Hari Internasional Pembakaran Al Qur’an”, saat peringatan serangan teroris ke gedung kembar World Trade Center (WTC), 11 September mendatang.

Obama mengingatkan akibat buruk dari rencana ini dan akan mengundang aksi terorisme ke dunia Barat. Selain itu, kata Obama, juga akan membahayakan prajurit Amerika Serikat yang tengah bertugas.

"Rencana ini akan meningkatkan angka rekrutmen orang-orang yang bersedia meledakkan dirinya di kota-kota Amerika dan Eropa," kata Obama, seperti dilansir dari The Telegraph, Kamis (9/9/2010).

"Ini adalah sumber keuntungan rekrutmen untuk al-Qaeda."

"Anda (Jones) bisa menyebabkan tindak kekerasan di Pakistan dan Afganistan. Jika dia (Jones) mendengarkan, saya harap dia mengerti bahwa rencananya itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kita sebagai orang Amerika. Bahwa, negara ini dibangun di atas kebebasan dan toleransi beragama," jelas Obama.

Indonesia and Pakistan, dua negara dengan jumlah warga Islam terbanyak, telah mendesak Obama untuk melarang aksi Jones ini.

Sejumlah tokoh Gereja Internasional mengutuk keras rencana itu. Paus Benediktus dari Vatikan menyebut rencana itu sebagai tidak bermoral dan bukan cara yang tepat menghayati iman. Sejumlah tokoh Gereja di Jakarta juga mengutuk keras.

Persatuan Gereja Indonesiam (PGI) mengirim surat protes kepada Presiden Amerika Serikat dan mendesaknya agar menghentikan ulah tak waras itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan telah menyurati Obama untuk meminta Pemerintahan Amerika Serikat menghentikan aksi yang dinilai akan merusak hubungan dunia Barat dengan Dunia Muslim.

"Ini akan mengancam perdamaian dunia."

"Dalam surat Presiden Yudhoyono menulis bahwa Indonesia dan Amerika telah membangun jembatan dunia barat dengan Islam. Kalau pembakaran Quran itu terjadi, semua usaha ini akan sia-sia," kata juru bicara Kepresidenan Teuku Faizasyah.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved