TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Bendera Serukan Perang Lawan Malaysia
Tribunnews.com - Senin, 20 September 2010 16:58 WIB

Tribun Kaltim/Muhamad Yamin
Mahasiswa Untag Samarinda membakar bendera Malaysia, Jumat (3/9/2010) di persimpangan vorvoo Mal Lembuswana Jl WR Suparman, Samarinda.
Belum kering tinta perundingan, mereka sudah memperlakukan warga negara Indonesia secara tidak beradab
Deklarator Bendera, Aldian Napitupulu
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
- Hari ini Dimulai lagi Perundingan Indonesia dan Malaysia
- TKI Kutuk Aksi Anti-Malaysia di Indonesia
- Ruth Sahanaya: Malaysia Adalah Rumah Kedua Saya
- Pendakwa Raya Malaysia Bebaskan Nelayan Indonesia
- Tantowi Yahya: Mustahil Kita Perang dengan Malaysia
- Tantowi Yahya: Now or Never Penyelesaian RI-Malaysia!
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tragedi penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan warga negara Malaysia terhadap Winfaidah (26), TKW asal Lampung, kembali membuat warga Indonesia berang terhadap Malaysia. Massa Aliansi Pemuda Ganyang Malaysia dan massa Benteng Rakyat Demokrasi (Bendera) menilai, tragedi tersebut adalah bentuk dari ketidakseriusan pemerintah Malaysia dalam menjaga hubungan baik dengan Indonesia.
"Belum kering tinta perundingan, mereka sudah memperlakukan warga negara Indonesia secara tidak beradab. Ini sudah sangat keterlaluan. Kemarin mereka mengambil pulau, mensengketakan perbatasan, mengaku-aku budaya Indonesia, hingga ratusan kali terjadi kasus kekerasan terhadap TKI. Mereka harus dilawan," ujar deklarator Bendera, Aldian Napitupulu di markasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (20/9/2010).
Menyikapi persoalan baru yang kembali membuat rakyat Indonesia geram terhadap Malaysia, pihaknya bahkan menyerukan pada seluruh bangsa Indonesia untuk menyingsingkan lengan baju berperang dengan Malaysia. Tak hanya itu, Bendera juga mengultimatum seluruh warga Malaysia yang ada di Indonesia agar dalam waktu 2x24 jam segera meninggalkan Indonesia. Jika dalam waktu yang ditentukan masih berada di Indonesia, Bendera menyatakan tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menjamin keselamatan mereka di Indonesia.
"Karena ini masalah nasionalisme dan harga diri yang diinjak-injak. Kita harus tegas dalam bersikap. Jangan jadi banci yang lembek. Jika pemerintah dan TNI tidak mau berperang, buka saja baju kebesaran kalian. Buka pangkat dan jabatan kalian. Letakan ke bawah senjata kalian. Berikan ke kami. Biar kami yang akan mengganyang Malaysia," jelasnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tragedi penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan warga negara Malaysia terhadap Winfaidah (26), TKW asal Lampung, kembali membuat warga Indonesia berang terhadap Malaysia. Massa Aliansi Pemuda Ganyang Malaysia dan massa Benteng Rakyat Demokrasi (Bendera) menilai, tragedi tersebut adalah bentuk dari ketidakseriusan pemerintah Malaysia dalam menjaga hubungan baik dengan Indonesia.
"Belum kering tinta perundingan, mereka sudah memperlakukan warga negara Indonesia secara tidak beradab. Ini sudah sangat keterlaluan. Kemarin mereka mengambil pulau, mensengketakan perbatasan, mengaku-aku budaya Indonesia, hingga ratusan kali terjadi kasus kekerasan terhadap TKI. Mereka harus dilawan," ujar deklarator Bendera, Aldian Napitupulu di markasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (20/9/2010).
Menyikapi persoalan baru yang kembali membuat rakyat Indonesia geram terhadap Malaysia, pihaknya bahkan menyerukan pada seluruh bangsa Indonesia untuk menyingsingkan lengan baju berperang dengan Malaysia. Tak hanya itu, Bendera juga mengultimatum seluruh warga Malaysia yang ada di Indonesia agar dalam waktu 2x24 jam segera meninggalkan Indonesia. Jika dalam waktu yang ditentukan masih berada di Indonesia, Bendera menyatakan tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menjamin keselamatan mereka di Indonesia.
"Karena ini masalah nasionalisme dan harga diri yang diinjak-injak. Kita harus tegas dalam bersikap. Jangan jadi banci yang lembek. Jika pemerintah dan TNI tidak mau berperang, buka saja baju kebesaran kalian. Buka pangkat dan jabatan kalian. Letakan ke bawah senjata kalian. Berikan ke kami. Biar kami yang akan mengganyang Malaysia," jelasnya.(*)
Penulis: Alie Usman | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

