Pertumbuhan Ekonomi Tak Selalu Diikuti Turunnya Pengangguran
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kepala Biro Humas dan Hukum Badan Pusat Statistik M. Sairi Hasbullah menyatakan setiap kenaikan...
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kepala Biro Humas dan Hukum Badan Pusat Statistik M. Sairi Hasbullah menyatakan setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran. Hal ini terjadi di Indonesia.
Sairi mengatakan, konsep kenaikan pertumbuhan ekonomi satu persen yang akan diikuti dengan berkurangnya jumlah pengangguran sebanyak 300-400 ribu orang hanya terjadi di negara-negara maju.
“Teori mengatakan, satu persen growth menyerap 300 ribu hingga 400 ribu tenaga kerja, ini ada pada negara maju. Di Indonesia, Thailand, Filipina, dan India tidak berlaku. Inilah gap yang kita jembatani,” ucap, Senin (15/11/2010).
Ditegaskannya, bahkan ada, ketika pertumbuhan ekonomi melambat, justru bisa saja terjadi penurunan pengangguran. Sebaliknya, imbuhnya, ketika ekonomi tumbuh, pengangguran justru bertambah banyak.
Ia mencontohkan, saat petani meningkatkan nilai tambah dalam produksi saat mengalami pertumbuhan ekonomi, maka pengangguran justru akan bertambah.
Alasannya, penggunaan tenaga kerja dalam sektor pertanian digantikan oleh teknologi yang tidak membutuhkan banyak pekerja di lapangan.
"Semakin kaya petani yang dulunya hanya dengan luas lahan satu hektar, maka semakin dia memperkaya teknologi pertaniannya," jelasnya.
Jadi, paparnya, tidak ada rumusan baku mengenai keterkaitan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan pengangguran, karena semua ini tergantung struktur perekonomian.