Selasa, 22 Mei 2012
Tribunnews.com

Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia

Tribunnews.com - Selasa, 8 Februari 2011 08:06 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Hii Taba Kain Tenun Terpanjang di Indonesia
Pos Kupang/Apolonia Matilde Dhiu
Penjaga stan Kabupaten Sabu Raijua di Arena Pameran HPN, membentangkan hii taba atau kain tenun sepanjang 30 meter
Laporan Wartawan Pos Kupang/Apolonia Matilde Dhiu
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG
- Ada hal menarik di Arena Pameran HPN, di Jalan Palapa. Pada stan Dekranasda Kabupaten Sabu Raijua, terdapat Hi'i Taba atau kain tenun yang panjangnya mencapai 30 meter.

Hi'i Taba mencatat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) pada tahun 1990-an. Saat itu, Sabu Raijua belum menjadi kabupaten otonom, atau masih bergabung dengan Kabupaten Kupang.

Rencananya, kain tenun ini akan dipakai oleh panitia ketika menjemput kedatangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono yang akan berkunjung ke Kupang menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-65, pada 9 Februari 2011.

Hi'i Taba memiliki kombinasi tiga warna. Warna dasar hitam, dipadu dengan bis merah dan putih pada ujung atas dan bawahnya, menyerupai bendera merah putih. Di tengahnya, ada burung garuda, lambang negara Indonesia.

Motif dan warnanya tidak akan pudar karena hasil karya yang terbuat dari bahan alam, diantaranya mengkudu dan nila. Kain hasil tenunan kelompok ibu-ibu binaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi NTT ini, menjadi magnet bagi pengunjung pameran HPN.

Selain Hi'i Taba, stan Dekranasda Sabu Raijua juga memamerkan aneka kerajinan lain seperti mangkuk, cerek, sendok, anyaman topi petani, geraba. Bahan dasarnya dari lontar dan kelapa.

Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Sabu Raijua, Ny. Katrina Rihi Heke dan Kepala Bidang Pariwisata, Elo Huma Lado, saat ditemui di Arena Pameran HPN, mengatakan, kain tenun itu sebagai simbol orang Sabu menjaga kearifan lokal, yakni budaya tenun.

Menurut Rihi Heke, kain tenun Hi'i Taba sebenarnya biasa digunakan pada upacara adat Sabu pada saat melakukan ritual kepada Tuhan. Masyarakat Sabu mempercayai, hi'i taba sebagai pelindung karena mampu memagari tempat upacara tersebut dari berbagai ancanaman dan hambatan dari luar.

"Masyarakat Sabu percaya jika kain sebesar ini bisa menutupi dan melindungi mereka dari serangan-serangan jahat yang datang dari luar. Upacara ritual dengan Tuhan diyakini tidak akan gagal jika dipagari atau ditutupi dengan kain ini," kata Rihi Heke. (*)

Editor: Harismanto  |  Sumber: Pos Kupang
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup