Indonesia Harus Siapkan Petani Modern
Indonesia harus menyiapkan petani modern yang dapat menyaingi petani asing
Hal ini diutarakan Ketua STEKPI Budi Permadi Iskandar saat peresmian perubahan STEKPI menjadi Universitas Trilogi baru-baru ini.
“Trilogi istilah untuk tiga karya yang merupakan kesatuan. Istilah ini digunakan oleh mendiang Presiden Soeharto untuk mengetengahkan penting kesetimbangan antara Pertumbuhan, Pemerataan dan Kestabilan Nasional. Universitas Trilogi mengetengahkan Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi Indonesia.” katanya
Universitas Trilogi akan membuka Fakultas Bio-industri dengan bekerja sama dengan Taman Buah Mekarsari. Taman Buah Mekarsari akan mendorong proses pendidikan dan penelitian di Universitas Trilogi.
Taman Buah Mekarsari telah berhasil mengembangkan berbagai bibit unggul yang dapat membangun ketahanan pangan di Indonesia. Kolaborasi ini akan menghasilkan petani modern dalam bidang Agroekoteknologi, Ilmu dan Teknologi Pangan dan Agribisnis.
Mahasiswa bukan hanya belajar dalam bidangnya, tetapi juga belajar menjadi wirausaha yang mampu bekerjasama dengan berbagai pihak. Selanjutnya akan dibuka Fakultas Telematika yang akan menghasilkan berbagai peralatan pendukung bagi proses-proses pertanian dan pasca panen. Petani Indonesia di masa depan akan bekerja dengan dukungan teknologi.
Keputusan untuk mengubah STEKPI menjadi Universitas Trilogi didasarkan pada semangat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan energi. Hal ini harus dijalankan dengan membangun kemampuan pertanian. Mendidik petani baru yang dapat meningkatkan nilai tambah lahan. Menjadi petani harus menjadi pilihan utama, pendidikan tinggi harus berhasil menciptakan petani modern yang penghasilannya lebih tinggi dari Rp 5 juta per bulan.
Bagaimana kemampuan lulusan Universitas Trilogi? Lulusan ini diharapkan mampu menjadi wirausaha yang memanfaatkan teknologi, mampu membangun tim, dan menjadi mandiri. Kemandirian harus dibangun secara bersama. Lulusan Universitas Trilogi bukanlah Superman, tetapi Super Team.
Menjadi universitas merupakan suatu pilihan strategis bagi suatu perguruan tinggi yang kecil. Semakin banyak mahasiswa, semakin besar sumbangan perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Meskipun sekarang pertanian dianggap tidak menarik, STEKPI akan mengembangkan bidang pertanian sebagai salah satu program unggulan Universitas Trilogi. Setelah itu akan juga dikembangkan pendidikan Telematika yang juga akan dihubungkan dengan pertanian. Universitas Trilogi akan menghasilkan petani modern yang tidak gagap teknologi, wirausaha yang handal, karyawan trampil, lulusan yang mampu berkolaborasi dengan baik.
Dengan menggandeng Taman Buah Mekarsari – kebun buah-buahan tropis yang termasuk terbesar di dunia – akan muncul pendidikan yang lebih dekat dengan dunia praktik. Taman Buah Mekarsari dan Universitas Trilogi akan secara bersama membangun kemampuan penyediaan bibit buah-buahan. Para mahasiswa dilibatkan dalam proses dari penyediaan bibit, menanam, panen, pengolahan pasca-panen, memasarkan serta merumuskan agenda penelitian selanjutnya.
Sekarang ini posisi buah-buahan Indonesia sangat terancam. Toko buah-buahan lebih banyak menawarkan buah impor. Meskipun sebagian buah-buahan Indonesia seperti Manggis dan Mangga dapat menembus pasar internasional, posisinya masih sebagai buah eksotik yang pasokannya dianggap belum teratur, sehingga belum dapat diandalkan.
Dalam jangka panjang Indonesia harus dapat menjadi kebun bagi dunia untuk berbagai komoditas. Universitas Trilogi dan Taman Buah Mekarsari akan menjadi salah satu sumber bagi pengembangan kebun buah untuk dunia.
Saat ini STEKPI masih merupakan sekolah tinggi untuk bidang Manajemen dan Akuntansi. Dalam persiapannya, STEKPI bekerja sama dengan ITB dan IPB untuk merancang sistem pembelajaran yang memanfaatkan berbagai temuan baru dalam pembelajaran. Kemampuan berwirausaha menjadi salah satu perhatian utama.
Mahasiswa diharuskan untuk menjual hasil produksi mereka sendiri. Kemudian mahasiswa diharuskan untuk bekerja sama dalam kelompok yang multi-disiplin. Dengan metoda pembelajaran ini akan tumbuh kemandirian secara kelompok dan diharapkan dapat menjalar ke komunitas masing-masing. Kemampuan menjadi teknopreneur, kemampuan berkolaborasi dan kemandirian adalah tiga hal yang menjadi Trilogi.