Kamis, 11 Juni 2026

Jabar Kembali Jadi Produsen Beras Terbesar Dalam Negeri

Ahmad Heryawan menutup acara Pesta Petani Muda Indonesia (Pestani), Sabtu (9/4) di kampus IPB Dermaga, Bogor.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ketahanan pangan terletak pada ketahanan pertanian. Ketahanan pertanian tergantung pada ketahanan petaninya. Karena itu sangat penting untuk mencetak petani-petani muda hadir di negeri ini untuk menjaga keberlangsungan pertanian Indonesia. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat menutup acara Pesta Petani Muda Indonesia (Pestani), Sabtu (9/4) di kampus IPB Dermaga, Bogor.

Heryawan menambahkan, perhatian terhadap lahirnya petani-petani muda tidak hanya sekedar memberi apresiasi. Namun diwujudkan melalui gerakan masif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas petani muda. Heryawan pun berharap kegiatan semacam Pestani ditingkatkan intensitas dan jumlah pesertanya.

"Sekali setahun baik. Tapi jika dua kali setahun kenapa tidak," pungkas Heryawan yang disambut ribuan peserta yang memadati gedung gymnastic IPB itu.

Sejatinya, lanjut Heryawan, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani.  Namun merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Karena itu perlu keterlibatan semua pihak untuk bekerja keras memperkuat ketahanan pangan nasional kita.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar berusaha keras meningkatkan produksi pangan baik beras, palawija, maupun daging dan susu di Jawa Barat. Berkat kerja keras para petani, Jabar saat ini kembali menjadi penyumbang produksi beras terbesar untuk Indonesia.

"Untuk padi misalnya, tahun ini kami menargetkan produksi 12,6 juta ton gabah kering giling atau setara 8,2 juta ton beras pada tahun ini. Naik 7,7 persen dari produksi tahun lalu," tegasnya.

Bukan hanya menggulirkan berbagai jenis program bantuan untuk pertanian dan peternakan, Pemprov Jabar juga menyediakan beasiswa bagi putera puteri Jabar yang mau berkiprah mengembangkan pertanian di Jabar.

Saat berdialog dengan ribuan petani muda itu,  Heryawan juga memaparkan tentang program revitalisasi jaringan irigasi, pembenahan distribusi pupuk serta pemanfaatan lahan 'nganggur' untuk kegiatan pertanian.

Bukan hanya di pedesaan, menurut Gubenur, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah kampus juga melakukan terobosan pertanian perkotaan (urban farming) dengan prinsip berkelanjutan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved